in

Bidan Seberangi Sungai Demi Pasien, Puan Maharani: Ini Cermin Kesenjangan Layanan Kesehatan

JAKARTA (jatengtoday.com) – Ketua DPR RI Puan Maharani mengapresiasi aksi heroik Dona Lubis, seorang bidan dari Puskesmas Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, yang viral usai menyeberangi sungai deras untuk mengantar obat bagi pasien TBC di daerah terpencil. Namun, Puan menegaskan bahwa pengabdian luar biasa seperti itu seharusnya tidak menjadi standar dalam sistem pelayanan publik yang ideal.

“Pengabdian seperti yang dilakukan Ibu Dona patut dihormati, tetapi kita harus jujur bahwa negara tidak boleh membiarkan para tenaga medis menggantikan tanggung jawab infrastruktur dasar yang belum hadir,” kata Puan, Rabu (6/8/2025).

Menurut Puan, tindakan Dona justru menjadi bukti bahwa masih banyak wilayah di Indonesia yang belum tersentuh pemerataan pembangunan, terutama dalam hal akses layanan kesehatan.

“Keberanian individual tidak boleh menutupi celah sistemik. Akses kesehatan yang setara dan aman adalah hak setiap warga negara, yang semestinya menjadi tanggung jawab negara,” tegasnya.

Ia menyoroti bahwa peristiwa seperti ini mencerminkan betapa rentannya konektivitas dan fasilitas kesehatan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Jika satu jembatan rusak bisa memutus akses ke pelayanan dasar, maka nyawa warga bisa jadi taruhannya.

“Ini bukan hanya soal satu bidan atau satu pasien. Ini soal sistem, soal keadilan pembangunan,” ujar Puan. “Kita harus pastikan bahwa program infrastruktur dan layanan kesehatan benar-benar menyentuh wilayah yang paling membutuhkan.”

Puan pun mendorong pemerintah pusat dan daerah untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari penguatan anggaran pembangunan infrastruktur penghubung ke fasilitas kesehatan, hingga penyusunan peta risiko wilayah layanan kesehatan untuk mengidentifikasi titik-titik kritis.

“Selain itu, pemerintah juga harus menjamin keselamatan tenaga medis lapangan serta menyediakan sistem transportasi darurat yang mampu menjangkau lokasi-lokasi sulit,” tambahnya.

Sebelumnya, video Dona Lubis (46) yang viral di media sosial menunjukkan ia tengah menyeberangi derasnya Sungai Batang Pasaman tanpa jembatan, demi mengobati pasien TBC di Kejorongan Sinuangon, Nagari Cubadak Barat. Jembatan sepanjang 15 meter yang biasa ia gunakan terputus sejak 1 Agustus 2025, namun hal itu tak menghentikan Dona untuk menjalankan tugasnya.

Dona menyebut, kunjungan ke pasien tetap ia lakukan karena sudah menjadi kewajibannya sebagai tenaga kesehatan di daerah. Kisahnya menuai pujian dan sorotan luas, sekaligus membuka mata banyak pihak mengenai masih lebarnya kesenjangan pelayanan publik di pelosok negeri. (*)