in

Bantuan Rp 1,8 Miliar untuk Nelayan, Dialokasikan untuk Benih, Pakan, dan BBM

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemprov Jateng mengalokasikan Rp 1,8 miliar untuk jaring pengamanan ekonomi nelayan terdampak corona. Anggaran tersebut digelontorkan dalam bentuk benih ikan dan pakan untuk budidaya, serta BBM kapal.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng, Fendiawan Tiskiantoro menuturkan, pihaknya telah menyiapkan skema pemberian bantuan untuk masyarakat di sektor perikanan. Seperti nelayan dan pembudidaya ikan

“Kami sudah siapkan jaring pengaman ekonomi Rp 1,8 miliar. Bantuan diberikan berupa benih ikan dan pakan,” ucapnya, Selasa (12/5/2020).

Beberapa daerah yang menjadi prioritas bantuan ada enam. Antara lain, Jepara, Klaten, Kendal, Rembang, Temanggung, dan Sukoharjo. Di enam kabupaten ini, terdapat 36 kelompok pembudidaya yang akan mendapatkannya.

“Satu kelompok ada sekitar 10-15 orang,” bebernya.

Bibit yang akan dibagikan yakni lele 850.000 ekor, nila 350.000 ekor, dan bandeng 600.000 ekor.

“Tidak hanya kebutuhan benih, pakan yang merupakan komponen terbesar dalam usaha perikanan juga akan diberikan pemerintah,” katanya.

Banyaknya bantuan pakan yakni untuk ikan lele 59.850 kilogram, 24.000 kilogram pakan ikan nila, dan pakan ikan bandeng sekitar 42.000 kilogram.

“Harapan kami agar bantuan itu bisa segera disalurkan agar mereka bisa produksi. Pemerintah memang tidak bisa membantu semua, tapi ini upaya pemerintah,” ujarnya.

Sementara untuk nelayan, bantuan diberikan berupa bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Yang perlu digarisbawahi, yang berhak mendapat bantuan, hanya nelayan dengan kapal di bawah 4 grosstonage (GT).

“Ada 940 nelayan yang menggunakan kapal di bawah 4 GT. Skemanya, diserahkan lewat Kartu Nelayan,” jelasnya.

Tahap awal, bantuan BBM ini dibagikan untuk nelayan di Kota Semarang sebanyak 108 orang dan di Pati atau Juwana yakni 832 nelayan.

“Awal ini sebagai percontohan, ke depan kalau sukses bisa kami lanjutkan,” lanjutnya.

Selain itu, nelayan dan pembudidaya juga diupayakan mendapatkan jaring pengamanan sosial atau bantuan sosial dari pemerintah. Begitu juga dengan pekerja atau buruh di sektor perikanan baik di TPI dan pabrik pengolah ikan.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar mereka masuk dalam warga penerima bantuan ini.

Dari data yang ada, ada sekitar 91.700 nelayan di Jateng, kemudian 48.000 pembudidaya ikan, 10.000 pekerja pengolah dan pemasaran ikan.

“Data tersebut sudah kami serahkan by name dan by address lengkap ke dinas terkait agar mereka mendapatkan bantuan sembako senilai Rp 200.000,” ucapnya. (*)

editor: ricky fitriyanto