in

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kabupaten Grobogan Mulai Surut

Banjir tersebar di delapan desa di empat kecamatan, di antaranya Penawangan, Purwodadi, Karangrayung, dan Toroh dengan jumlah desa bervariasi.

BPBD Grobogan bersama relawan membersihkan lingkungan sekolah dari lumpur yang terbawa banjir. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

KUDUS (jatengtoday.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, mencatat genangan banjir yang mengakibatkan ribuan rumah terendam banjir, saat ini mulai surut sehingga aktivitas masyarakat kembali normal.

“Genangan banjir surut mulai terlihat sejak hari kedua, yakni Rabu (16/3) dan hari ini (17/3) genangan banjir sudah surut sehingga tidak ada lagi rumah yang tergenang air,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Grobogan Endang Sulistyoningsih di Grobogan, Kamis (17/3/2022).

Warga yang sebelumnya mengungsi akibat banjir sejak Selasa (15/3), pukul 07.00 WIB, kata dia, kembali ke rumah masing-masing karena tidak lagi tergenang, termasuk akses jalan juga bisa dilalui karena banjir sudah surut.

Dari ribuan rumah terdampak yang tersebar di delapan desa itu, terdapat satu rumah rusak ringan karena terkena ombak air di Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi.

Fasilitas pendidikan yang masih tergenang, yakni SD Negeri 4 Cingkrong dengan ketinggian 20 sentimeter.

BPBD Grobogan mencatat ribuan rumah tergenang sebelumnya tersebar di delapan desa di empat kecamatan, di antaranya Penawangan, Purwodadi, Karangrayung, dan Toroh dengan jumlah desa bervariasi.

Banjir di Kecamatan Penawawangan tersebar di Desa Pengkol, Karangpahing, dan Winong sebanyak 159 rumah terdampak, sedangkan Kecamatan Purwodadi tersebar di Desa Candisari dan Cingkrong dengan jumlah rumah terdampak hingga 1.770 rumah serta lima sekolah dan satu pondok pesantren.

Di Kecamatan Karangrayung tersebar di Desa Nampu dan Karangsono sebanyak 25 rumah, di Kecamatan Toroh tersebar di Desa Katong dengan ketinggian genangan bervariasi antara 10-70 sentimeter.

BPBD setempat saat banjir juga melakukan evakuasi warga dan hewan ternak ke tempat lebih aman, kemudian mendirikan dapur umum di Desa Cingkrong serta distribusi nasi bungkus ke sejumlah desa maupun tempat pengungsian, sedangkan saat banjir surut juga melakukan pembersihan fasilitas umum seperti sekolah maupun akses jalan dari lumpur yang terbawa banjir. (ant)

Abdul Mughis