in

Bandara Ahmad Yani Raih Juara Pengelolaan Sampah Terbaik

Bandara Ahmad Yani mengadopsi konsep Eco Airport untuk menciptakan bandara yang ramah lingkungan.

Pihak Bandara Ahmad Yani menerima penghargaan pengelolaan sampah.
Pihak Bandara Ahmad Yani Semarang (keempat dari kiri) menerima penghargaan pengelolaan sampah. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) — Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang berhasil meraih juara 1 lomba pengelolaan sampah di Kota Semarang bertajuk “Lampah Kita”.

Pihak bandara menerima penghargaan tersebut pada Jumat (17/11/2023) malam, berbarengan dengan acara Pandanaran Art & Jazz Festival di Polder Stasiun Tawang, Semarang.

General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang, Fajar Purwawidada mengaku bersyukur. Sebab, lembaganya bisa menyandang gelar sebagai pengelola sampah terbaik di Semarang untuk kategori usaha dan kegiatan.

“Bagi kami, penghargaan ini adalah bonus. Karena indikator serta kriteria penilaiannya adalah hal yang sudah kami terapkan secara rutin dan sesuai dengan SOP pengelolaan sampah di bandara,” ucap Fajar.

Selama ini, Bandara Ahmad Yani mengadopsi konsep Eco Airport dalam perencanaan, pengembangan, dan pengoperasian bandara. Bertujuan untuk menciptakan bandara yang ramah lingkungan.

Melalui konsep Eco Airport, operasional bandara dapat meminimalisir dampak polusi. “Di antaranya polusi kebisingan (noise), getaran (vibration), udara (atmosphere), air (water), tanah (soil), sampah (solid waste), dan energi.” imbuh Fajar.

Dia menjelaskan, kriteria penilaiannya meliputi kelengkapan perizinan dan legalitas, SOP penanganan sampah atau limbah B3, limbah cair, emisi udara, dokumen sertifikasi lingkungan dan ketaatan pelaporan, kondisi kebersihan lingkungan, pengelolaan dan penanganan sampah terpadu.

Kriteria lain berupa pengelolaan air limbah dan limbah B3, pengendalian pencemaran udara dan emisi, kinerja sistem drainase, pemenuhah ruang terbuka hijau, inovasi bidang lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat melalui CSR, serta yang kebersihan fasilitas toilet. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar