in

Bakal Dijadikan Pusat Wisata, Benteng Pendem Ambarawa Kini Sudah Mulai Dipugar

SEMARANG (jatengtoday.com) – Benteng Willem I atau yang terkenal dengan Benteng Pendem Ambarawa, Kabupaten Semarang, saat ini sedang dipugar oleh pihak pengelola. Rencananya, gedung peninggalan masa penjajahan Belanda tersebut bakal dijadikan pusat wisata.

Wisatawan berfoto di Benteng Pendem Ambarawa. (baihaqi/jatengtoday.com).

Salah satu pengelola, Mahmudi mengungkapkan, proses pemugaran dilakukan tanpa meninggalkan ciri khasnya. Sebab, gedung yang sudah ada sejak tahun 1834 ini merupakan bangunan cagar budaya yang notabene tidak boleh diubah bentuknya.

“Secara umum memang tidak boleh diubah. Cuma ini rencananya mau dibuat wisata. Ini sudah dimulai pemugaran, yang di bagian belakang,” ujarnya, Rabu (17/4/2019).

Namun, kata Mahmudi, pemugaran masih dilakukan secara swadaya. Sebab, permohonan izin untuk jadi kawasan wisata hingga saat ini belum juga turun. “Izin sudah diajukan, tapi belum turun. Mudah-mudahan tahun ini SK-nya bisa turun,” imbuhnya.

Pihaknya sangat berharap agar izin segera disahkan. Pasalnya, kata Mahmudi, kondisi Benteng Pendem saat ini terbilang memprihatinkan. Banyak bagian gedung yang sudah mulai keropos dimakan usia, tumbuh-tumbuhan liar juga merebak, membuat estetika dari gedung tertutupi.

Untuk itu, pihak TNI selaku pengelola bekerjasama dengan investor swasta bernama PT SDM, berinisiatif untuk menyicil, meskipun dalam skala kecil, sembari menunggu izin terbit.

Rencananya, luas area yang dicanangkan sebagai kawasan wisata sekitar 8 hektare. Seluruhnya adalah lahan milik TNI yang berada di Lingkungan Warung Lanang, Kelurahan Lodoyong, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Mahmudi adalah Ketua RT 07 RW III di kawasan tersebut.

Seperti diketahui, dari 8 hektar tersebut, ada sebagian lahan yang kini difungsikan sebagai lahan bercocok tanam oleh warga, ada yang berupa kebun dan sawah. Jika proyek sudah resmi berjalan, sawah-sawah tersebut bakal dialih fungsi kembali.

“Kalau menurut layoutnya itu nanti di tengah-tengah sawah akan dikasih gasebo-gasebo. Jadi nanti orang bisa lihat pemandangan sambil bersantai di sawah,” beber Mahmudi.

Upaya ini digadang-gadang meningkatkan jumlah wisatawan. Sebab, selama ini wisatawannya terbilang sangat sepi. “Kalau hari-hari biasa sangat sepi. Kalau Minggu ada peningkatan, tapi tidak terlalu signifikan. Kalau sudah benar-benar dibuka, bus bisa masuk, nanti pasti bakal ramai,” jelasnya.

Sementara itu, Andre Rismadian (22) selaku wisatawan menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, menjadikan Benteng Pendem sebagai kawasan wisata adalah langkah tepat. Sehingga, bangunan yang ada akan lebih terawat.

Ia juga berharap agar pelayanan dan akses masuk akan lebih baik dibanding sekarang. “Kalau sekarang kan terkesan nggak resmi, parkir dan masuknya juga dikelola perorangan. Apalagi akses masuknya susah, harus lewat jalan sempit. Semoga besok baik lah,” tandasnya. (*)

editor : ricky fitriyanto