in

Badai Corona Bikin Liga Inggris di Ujung Tanduk

Nasib Liga Premier Inggris berada di ujung tanduk akibat wabah Corona. (foto: Premier League via Instagram)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Liga Premier Inggris berada dalam situasi genting akibat Covid-19 yang menjangkiti beberapa klub dan integritas kompetisi ini dipertaruhkan ketika beberapa pemain yang dinyatakan positif absen dalam berbagai pertandingan. Kompetisi menjadi tak menentu dan berada dalam bayang-bayang penundaan.

Liga Inggris menunda lima pertandingan yang semestinya digelar akhir pekan ini gara-gara wabah Covid-19 di berbagai klub. Pekan lalu sembilan pertandingan juga ditunda.

Baca: MU Dilanda Wabah Corona, Sejumlah Pemain dan Staf Tumbang

“Saya kira itu mungkin bakal di ujung tanduk. Saya pikir ketika Anda kehilangan pemain karena Covid-19, maka kekhawatiran saya adalah kompetisi ini menjadi agak tidak adil,” kata pelatih Newcastle United Eddie Howe jelang pertemuan dengan Manchester City seperti dikutip Reutes, Sabtu (18/12/2021).

“Itu hal terbesar yang ingin dilihat orang, liga yang adil. Mereka tidak ingin menyaksikan kesenjangan dalam pertandingan dan pemain absen.”

“Tidak, kami semua ingin produk ini terus berlanjut, saya berusaha keras melanjutkan sendiri program ini, tetapi saya kira keselamatan pemain harus didahulukan dan para pendukung harus didahulukan.”

“Saya tahu orang-orang yang bertanggung jawab atas Liga Premier akan melakukan hal itu,” sambung dia.

Vaksinasi

Manajer Arsenal Mikel Arteta mendesak Liga Premier agar memberikan kejelasan lebih jauh soal jadwal pertandingan yang ditunda karena Covid-19 dengan menyatakan transparansi sangat penting demi menjaga keadilan.

“Yah, dari segi kesehatan, saya harap kita melakukan sebisa mungkin demi melindungi semua orang. (Tapi) kami membutuhkan kejelasan lebih jauh mengapa pertandingan tidak dimainkan dan apa yang Anda perlukan agar pertandingan tidak dimainkan sehingga Anda dapat mempertahankan keadilan dalam kompetisi,” kata Arteta.

“Kami selalu ingin bermain manakala kami 100 persen memiliki kondisi tepat untuk melakukannya. Tapi kami pernah menyelami pengalaman lain di mana kami sudah punya semua argumen dalam membangun pertandingan sepak bola dan akhirnya memainkannya.”

Arteta juga menekankan pentingnya vaksinasi Covid-19 dan menegaskan tidak ada kasus positif dalam timnya, namun menilai situasi bisa berubah setiap saat.

Menteri olahraga Inggris Nigel Huddleston mendesak para pesepakbola yang enggan divaksinasi Covid-19 agar “mengatasi keengganan mereka” itu karena vaksinasi adalah bentuk tanggung jawab sosial mereka.

Di tengah penundaan sejumlah pertandingan karena wabah Corona, Liga Sepak Bola Inggris (EFL) yang mengelola sepakbola profesional Inggris mengungkapkan bahwa seperempat pemain yang membela 72 klub tak mau divaksinasi.

“Saya tahu sejumlah orang tidak mau divaksinasi, tetapi kita semua perlu mendorong mereka yang tidak divaksinasi agar mengatasi keengganan mereka itu,” kata Huddleston seperti dikutip Reuters.

Data Liga Premier terbaru mengenai vaksinasi sampai Oktober memperlihatkan 81 persen pemain sudah mendapatkan satu dosis vaksin dan 68 persen duah mendapatkan dua dosis vaksin. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan Serie A Italia yang 98 persen pemainnya sudah dua kali disuntik vaksin Covid-19.

Lotre

Sementara Mmanajer Chelsea Thomas Tuchel menyebut situasi saat ini seperti lotre.

Chelsea mengumumkan sebelum imbang 1-1 melawan Everton dua hari lalu bahwa Romelu Lukaku, Timo Werner, Callum Hudson-Odoi dan Ben Chilwell yang cedera dinyatakan positif Covid-19, sedangkan Havertz melewatkan laga melawan Everton itu karena tidak sehat.

“Tidak ada yang dites positif tetapi lotre dimulai lagi esok pagi atau esok sore,” kata Tuchel kepada wartawan menjelang lawatan ke kandang Wolverhampton Wanderers esok Minggu.

Manajer Liverpool Juergen Klopp mengaku terlalu sulit mempersiapkan diri menghadapi pertandingan Liga Inggris esok Minggu di kandang Tottenham Hotspur akibat masih tidak pastinya masalah seputar Covid-19 dalam skuadnya.

Liverpool menghadapi Spurs yang tidak bermain selama hampir dua pekan setelah pertandingan liga mereka melawan Brighton & Hove Albion dan Leicester City ditunda gara-gara kasus positif Covid-19.

“Saya tidak tahu apa yang diharapkan dari mereka … kami akan mengadakan pertemuan analis bersama rekaman lama. Kami tidak memiliki informasi. Bagi mereka itu juga sulit. Siapa yang tak ingin bermain selama dua pekan dan kemudian harus kembali bertanding” kata Klopp seperti dikutip Reuters, Sabtu.

“Transparansi lebih luas akan sangat membantu …di Manchester United, saya mendengar sejumlah pemain (terjangkit Covid-19). Apakah perlu mengetahui siapa atau berapa banyak? Tidak tahu soal ini agak aneh.”

Bek tengah Virgil van Dijk ditambah gelandang Fabinho dan Curtis Jones absen saat menang 3-1 atas Newcastle setelah kembali diduga positif terpapar Covid-19, tetapi Klopp mengatakan mereka masih menunggu konfirmasi mengenai status ketiga pemainnya.

“Belum, itu belum dikonfirmasi. Ini proses yang sedang berlangsung, izinkan saya mengatakannya seperti ini, tapi mereka tak ada di sana. Di luar itu mereka baik-baik saja. Saat ini, tak ada orang lain yang positif tetapi masih terlalu dini dan para pemain datang agak lebih lambat, jadi kita lihat saja nanti.”

Pelatih asal Jerman itu menegaskan kembali bahwa dia tidak menentang penangguhan pertandingan karena krisis Covid-19 yang terus membesar. Namun dia menegaskan ingin melihat sedikit manfaat dari langkah seperti itu mengingat adanya jadwal pertandingan yang padat. (ant)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.