in

Anggota DPRD Blora Dilaporkan Kasus Dugaan Mafia Tanah

Pengalihan hak sertifikat baru ketahuan ketika Sri Budiyono hendak mengembalikan uang yang telah dipinjam dari AA

SEMARANG (jatengtoday.com) – Anggota DPRD Kabupaten Blora Fraksi PKB berinisial AA diduga melakukan mafia tanah. AA melakukan peralihan hak atas sertifikat di notaris berinisial EE di Blora.

Dugaan mafia tanah berawal dari hutang piutang antara AA dengan korban, Sri Budiyono. Pada Agsutus 2020 lalu, Sri Budiyono ingin meminjam uang sebesar Rp 150 juta kepada AA.

“Tapi waktu itu klien kami hanya diberi cek Rp 100 juta. Selang beberapa waktu, AA memberikan uang Rp 40 juta,” ucap kuasa hukum Sri Budiyono, Toni Triyanto, Jumat (16/12/2022).

Sebagai jaminan atas pinjaman uang tersebut, AA meminta sertifikat asli dengan status hak milik atas nama Sri Budiyono. Menurut Toni, sertifikat tersebut benilai lebih dari Rp 900 juta karena luas lahannya sekitar 1.130 meter persegi, belum termasuk bagunan.

“Karena ini jaminan perorangan, jadi tidak ada hak tanggungan,” ucapnya.

Pengalihan hak sertifikat baru ketahuan ketika Sri Budiyono hendak mengembalikan
uang yang telah dipinjam dari AA, November 2020.

“Waktu itu sertifikat milik klien kami sudah dialihkan. Kami menduga AJB palsu karena memang klien kami tidak pernah menandatangani jual beli lahan sertifikat tersebut. AJB itu diurus di notaris PPAT dengan insial EE di Blora,”paparnya.

Merasa ditipu oleh AA, Sri Budiyono didampingi Toni Triyanto melaporkan AA dan EE ke Polda Jateng.

“Proses dari awal hingga penyidikan cukup lama dan laporan kami sudah ditindaklanjuti. Terlapor 1 (AA) dan terlapor 2 (EE) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga sudah mengirimkan surat kepada tersangka pada 5 Desembner 2022 kemarin,” bebernya.

Toni mengaku, dalam waktu dekat ini akan mengirimkan surat kepada Ketua DPRD Kabupaten Blora, Ketua DPW PKB Blora, dan KPU. “Maksud kami dari surat tersbeut agar tindak pidana kepada terlapor tidak mencemarkan kredibilitas dari instansi tersebut,” harapnya. (*)

Ajie MH.