in

Wakil Ketua DPRD Jateng Sepakat Refocusing Anggaran Kembali Dilakukan, Tapi Ada Syaratnya

SEMARANG (jatengtoday.com) – Kalangan DPRD Jateng sepakat jika Pemprov kembali melakukan refocusing anggaran pada tahun ini.

Meski begitu, DPRD Jateng memberikan syarat yang harus dipenuhi Pemprov agar recofusing anggaran bisa dilakukan.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman menjelaskan syarat recofusing anggaran tersebut. Yakni harus digunakan untuk percepatan vaksinasi Covid-19 di provinsi ini.

Baca: PPKM Diperpanjang Sampai 8 Februari, Jateng Siapkan Rp1 Triliun Antisipasi Dampaknya

“Mungkin saat ini dosis vaksin yang diterima masih terbatas. Kita juga belum tahu kapan dosis vaksin yang ada benar-benar cukup bagi masyarakat Jateng,” ucap politisi PKB ini, Jumat (29/1/2021).

Karena itu, lanjutnya, jika harus melakukan refocusing anggaran untuk vaksinasi, pihaknya siap memberikan lampu hijau. Sebab semua itu demi percepatan penanganan Covid-19.

“Karena dengan adanya Covid-19 ini, program-program lain tidak maksimal. Karenanya tentu perlu dukungan penuh untuk penyelesaian Covid-19 ini,” terangnya.

Baca: Disuntik Vaksin Covid-19, Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman: Lebih Sakit Disunat

Dikatakan, kalangan legislatif sangat mendukung program vaksinasi yang terus digencarkan. Pasalnya, ini merupakan bagian untuk segera menuntaskan masalah virus corona yang sudah hampir satu tahun terjadi.

“Karenanya, kita sangat mendukung upaya pemerintah ini. Memang tahap awal adalah untuk pimpinan instansi, atau lembaga dulu, mapun tenaga medis, sebelum sampai ke masyarakat umum,” ucapnya.

Baca: Sehari Vaksinasi 3.000 Nakes, RSUP Dr Sardjito Diapresiasi Kemenkes

Jika pandemi Covid-19 telah usai, pembangunan daerah akan bisa maksimal. “Memang ada semacam pengorbanan dulu. Misalnya soal anggaran. Tentu kita prioritaskan untuk penanganan di sisi kesehatannya dulu,” imbuhnya.

Dampak lain, seperti sosial, ekonomi, jelas Sukirman, juga bisa berjalan beriringan. “Namun jika sisi Covid-19 nya sudah selesai, maka program-program lain yang sudah tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), akan lebih fokus lagi dan maksimal,” tandasnya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto