SEMARANG (jatengtoday.com) – Kasus delapan tahanan yang kepergok menggunakan narkoba jenis sabu di dalam sel Polrestabes Semarang, terus didalami. Sejumlah anggota Sabhara Poltestabes Semarang diperiksa Propam. Pasalnya, ada kejanggalan, ada narkoba bisa masuk ke markas kepolisian. Bahkan dipakai di tempat.
Kepala Satuan Sabhara Polrestabes Semarang AKBP Bambang Yoga, menjelaskan, semua anggotanya diperiksa Sub Unit Provost.
“Tinggal nanti yang terbukti yang mana. (Jika terbukti) akan diberikan sanksi,” terangnya.
Dijelaskan, pengamanan di Mapolrestabes sebenarnya sudah diupayakan seketat mungkin. Mulai dari menerjunkan delapan anggota selama satu shift penjagaan, hingga melengkapi ruang tahanan dengan kamera CCTV.
“Tapi, memang mereka (tahanan) selalu mencari cara untuk bisa memasukan barang. Tentu, kami akan evaluasi apa yang kurang nantinya akan kami perketat lagi,” terangnya.
Diakui, sudah beberapa kali petugasnya mampu mencegah penyelendupan barang haram di sel. Setiap barang terlarang, sebelum masuk ke sel, bisa disita dan dideteksi terlebih dahulu.
“Tapi, ya itu, mereka selalu punya cara. Lewat makanan yang dititipkan pengunjung saja, bukan cuma kami buka tapi kami tusuk-tusuk dan belah untuk memastikan benar-benar aman,” terangnya.
Di lain sisi, Kepala Bagian Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi menyebut, proses masuknya barang ke dalam tahanan memang melalui beberapa anggota di kesatuan yang berbeda.
“Kalau di Polrestabes, ruang tahanan ada di bawah dua kewenangan, penjagaannya melibatkan Satuan Sabhara dan pengelolaannya ada di Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti),” terangnya.
Dia mencontohkan, makanan yang dibawa penjenguk untuk tahanan, pemeriksaannya ada di bawah kewenangan anggota Satuan Sabhara. Sementara, jika barang sudah berada di dalam tahanan, anggota yang berhak melakukan razia adalah dari Satuan Tahanan dan Barang Bukti.
“Jadi, memang (pengelolaan) setiap rutan di kepolisian berbeda. Di Polda (Jawa Tengah) misalnya, tahanan semua ada di bawah Satuan Tahti. Cuma, di Polres, memang belum seperti itu,” terangnya. (ajie mh)
Editor: Ismu Puruhito