in

Koran Pertama Suara Merdeka Terbitan 1950 Dipamerkan di Laras Rasa Jawa Tengah Mal Ciputra Semarang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Koran pertama Suara Merdeka terbitan 11 Februari 1950 akan ditampilkan dalam Pameran Laras Rasa Jawa Tengah yang digelar di lantai dasar Mal Ciputra Semarang, mulai Minggu (8/2/2026) hingga Sabtu (14/2/2026). Edisi perdana tersebut memuat berita penting mengenai Pemilihan Umum Republik Indonesia Serikat (RIS).

Selain edisi perdana, sekitar 10 koran lama Suara Merdeka yang merekam perjalanan sejarah bangsa Indonesia turut dipamerkan dalam kegiatan ini. Di antaranya koran terbitan Agustus 1950 yang memuat pembentukan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia, edisi 2 Oktober 1965 tentang situasi politik pasca Gerakan G30S/PKI, serta edisi 26 Mei 1966 yang memuat aksi mahasiswa turun ke jalan menyikapi kenaikan harga bensin dan minyak tanah.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melihat koran terbitan 29 Juli 1983 tentang peristiwa Penembakan Misterius (Petrus), edisi 27 Januari 1990 yang memberitakan banjir bandang Semarang dengan korban 47 orang meninggal dunia, hingga koran yang merekam peristiwa runtuhnya rezim Orde Baru, lengsernya Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta tragedi Tsunami Aceh.

Selain pameran koran bersejarah, kegiatan ini juga menampilkan 12 karya kartun dan 38 foto hasil karya dua kartunis serta 11 wartawan Suara Merdeka. Seluruh karya tersebut telah melalui proses kurasi oleh Kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Ismar Patrizki.

Ketua Panitia Pameran, Maulana M. Fahmi, mengatakan pameran ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun Suara Merdeka ke-76.

“Jawa Tengah merupakan ruang yang dipenuhi harmoni, pertemuan antara alam, budaya, dan kehidupan sehari-hari yang terjalin dalam satu kesatuan ritmis. Setiap sudutnya menyimpan cerita dan dinamika yang terus berubah. Selama 76 tahun, Suara Merdeka merekam perjalanan tersebut,” ujar Fahmi.

Melalui Pameran Foto Laras Rasa Jawa Tengah dan pameran arsip koran Suara Merdeka, Forum Redaksi Suara Merdeka berupaya menghadirkan kembali cerita Jawa Tengah dari masa ke masa. Fahmi menjelaskan, istilah laras merujuk pada harmoni, sementara rasa menggambarkan perasaan, kepekaan, dan kenikmatan yang dialami.

Ia berharap pameran ini dapat menjadi ruang refleksi sekaligus apresiasi terhadap kekayaan visual Jawa Tengah. Setiap karya foto dipilih untuk menampilkan keberagaman karakter geografis dan budaya, serta bagaimana elemen-elemen tersebut saling berkelindan membentuk harmoni yang hidup di tengah masyarakat.

“Melalui pendekatan dokumenter dan artistik, pameran ini mengajak publik untuk mengamati lebih dekat, memahami lebih dalam, dan merayakan keindahan Jawa Tengah yang mungkin kerap luput dari perhatian,” jelasnya.

Fahmi menambahkan, pameran Laras Rasa Jawa Tengah diharapkan dapat memperkaya wawasan budaya sekaligus mendorong upaya pelestarian warisan visual dan tradisi yang menjadi identitas Jawa Tengah. (*)