in

26 Penulis Difabel Netra Luncurkan Buku Arunika dalam Gulita

Pemberdayaan warga penyandang disabilitas perlu mendapat ruang. Namun isu disabilitas masih cenderung diabaikan masyarakat secara umum.    

Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) 2023 digelar di Auditorium Kampus Terpadu Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jalan Dowangan, Banyuraden, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama tiga hari, 4-6 Desember 2023. (ist)

YOGYAKARTA (jatengtoday.com) – Peringatan Hari Disabilitas Internasional dan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) 2023 digelar di Auditorium Kampus Terpadu Universitas Nadhatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jalan Dowangan, Banyuraden, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama tiga hari, 4-6 Desember 2023.

Berbagai acara diselenggarakan oleh Center for Gender Equality and Social Inclusion (GESI) dan Pusat Studi Kependudukan dan Kesejahteraan Keluarga (PUSDEKA), bersama lima fakultas di UNU Yogyakarta.

Salah satunya peluncuran buku “Arunika dalam Gulita” yang merupakan kumpulan puisi dari 26 penulis difabel netra dari berbagai wilayah di Indonesia. Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta baik dari akademisi, pegiat dan penyandang disabilitas. Hadir pula Komunitas Difabel Amanah yang datang dari Kota Semarang.

Wakil Rektor UNU Yogyakarta Abdul Ghoffar mengatakan UNU Yogyakarta berkomitmen menjadi kampus inklusif yang memperhatikan dan memberdayakan disabilitas untuk mengembangkan segala potensi. Tujuannya mewujudkan kampus terpadu yang ramah difabel.

“Kampus UNU Yogyakarta welcome kepada siapa saja, termasuk bagi teman disabilitas. Jadi teman-teman difabel tidak perlu khawatir untuk kuliah di UNU Yogyakarta,” katanya.

Berbagai fasilitas seperti lift dan toilet didesain ramah untuk penyandang disabilitas. Saat ini, UNU Yogyakarta juga telah menerima sejumlah mahasiswa difabel, terutama difabel tuli.

“Sejak proses penerimaan mahasiswa baru, hingga kini menjalani kuliah, mereka mendapat pendampingan pembelajaran dan pelatihan khusus supaya tak tertinggal mengikuti kuliah,” katanya.

Selain itu, dalam setiap penyelenggaraan acara, seperti seminar dan kuliah umum, UNU Yogyakarta juga menyediakan pendamping untuk penyandang disabilitas, seperti juru bahasa isyarat (JBI). Dia berharap, di masa datang bisa lahir pemimpin dari unsur difabel.

“Jangan lupa, kita pernah punya Presiden (Abdurrahman Wahid) dan Ibu Negara difabel. Ini saya kira yang membuat teman-teman difabel tidak perlu berkecil hati karena Allah memberikan anugerah kepada siapapun,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, para siswa disabilitas netra dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Yaketunis turut mengisi acara tersebut. Syifa (13), memainkan piano melalui ujung jari jemarinya. Sedangkan Yardan (17), membacakan ayat-ayat suci Al Quran. Para hadirin pun tertegun takjub atas kemampuan duo itu. (*)

Abdul Mughis