in

154 Hektare Sawah Terdampak Banjir akan Dicover Asuransi

SEMARANG (jatengtoday.com) – Total ada 5.722 hektare sawah di 12 kabupaten di Jateng yang terendam banjir. Sebanyak 154 hektare diantaranya mengalami puso atau rusak hingga tidak bisa dipanen.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Suryo Banendro menuturkan, pihaknya telah menyiapkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) untuk 154 hektare lahan puso. Asuransi tanpa premi itu bisa dicairkan ke petani sebesar Rp 6 juta per hektare.

“Tapi akan diverifikasi dulu. Benar karena cuaca ekstrem atau faktor lain? Selain itu, asuransi ini hanya diberikan untuk petani miskin,” terangnya, Rabu (15/1/2020).

Dia mengaku telah mengalokasikan AUTP dari APBD provinsi tahun 2020 untuk 35 ribu hektare lahan puso. Sementara alokasi dari pemerintah pusat sebesar 200 ribu hektare. “Untuk yang provinsi itu tanpa premi, kami yang tanggung,” ujarnya.

AUTP tersebut diperuntukkan untuk lahan puso. Sebab, lahan yang mengalami puso tidak lagi diharapkan untuk tumbuh kembali.

“Beda kalau banjir, masih bisa hidup. Atau tergenang tapi tidak keseluruhan ada batang yang muncul lebih tinggi dari air. Itu kemungkinan masih bisa tumbuh,” bebernya.

Selain AUTP, pihaknya juga menyediakan pinjaman alat gratis untuk tanam. Diantaranya traktor, alat tanam mesin, pompa dan lain sebagainya.

“Puso yang mau tanam kita sediakan pinjaman alat gratis. Untuk benih lewat kabupaten karena penganggaran ada di kabupaten. Ini untuk percepatan tanam lagi,” paparnya.

Dijelaskannya, AUTP tersebut diberikan kepada petani yang sudah terdaftar. Caranya melalui kelompok-kelompok tani resmi yang terdaftar di Kementan.

“Nanti, laporannya bisa lewat kelompok tani masing-masing. Kita akan cek, apa benar puso atau tidak. Klaim asuransi paling lama tiga bulan sudah cair. Itu sudah cepat,” terangnya.

Sebenarnya, pihaknya juga sudah melakukan tindakan antisipatif berkait dengan menghadapi musim penghujan. “Kami sudah sosialisasi dan memberi warning terkait kondisi cuaca. Kita juga selalu kordinasi dengan pihak-pihak terkait,” ungkapnya.

Ditambahkannya, untuk lahan yang terdampak lain adalah tanaman bawang merah di Tegal dan Brebes dan jagung di Grobogan, Brebes, dan Tegal.

“Untuk saat ini dari total yang tergenang atau banjir, sudah ada yang surut sekitar 4000 hektare. Kami sampai saat ini juga masih melakukan pantauan-pantauan,” tandasnya. (sir)

 

editor : ricky fitriyanto

Ajie MH.