in

15 Nelayan Dibekali Pelatihan Perbaikan Mesin Perahu

Para nelayan juga diberikan pelatihan penggunaan mesin las, mesin bubut, dan mesin gerinda, serta pelaksanaan posttest.

Para nelayan ketika mengikuti pelatihan perbaikan mesin perahu di Semarang, beberapa waktu lalu. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah melalui Integrated Terminal Semarang menggelar Pelatihan Perbaikan Mesin Perahu di Workshop Gedung Balai Besar Penangkapan Ikan, Semarang selama 5, Senin-Kamis (14-18/2/2022).

Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Pertamina dalam kepedulian terhadap pemberdayaan masyarakat di pesisir utara Semarang.

Program Pendampingan Teknis Perbaikan Mesin Perahu tersebut diawali dengan pelaksanaan pretest dan pemberian materi permesinan bagi peserta.

Dilanjutkan dengan pembongkaran mesin perahu dan penggantian suku cadang mesin. Kemudian pemasangan mesin perahu dan pengujian kinerja mesin perahu.

Dalam program yang menggandeng Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementrian Kelautan dan Perikanan ini, para peserta juga diberikan pelatihan penggunaan mesin las, mesin bubut, dan mesin gerinda, serta pelaksanaan posttest.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Region Jawa Bagian tengah, Brasto Galih Nugroho mengatakan pelatihan Perbaikan Bengkel Mesin Perahu ini merupakan bagian dari rangkaian program Pertamina Sahabat Nelayan.

Tujuannya, untuk meningkatkan keterampilan nelayan serta nantinya dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi para nelayan yang akan membuka bengkel perahu.

“Lima belas nelayan yang mendapat pelatihan ini merupakan perwakilan dari Forum Nelayan Wilayah Timur. Pertamina dalam waktu dekat akan menyediakan bengkel yang dikelola oleh forum tersebut dengan pendampingan atau supervisi dari BBPI agar siap untuk melayani jasa perbaikan perahu nelayan dengan standar dan kualitas yang dipersyaratkan tim BBPI,” paparnya.

Terdapat tiga mesin perahu yang digunakan dalam pelatihan perbaikan mesin yang mana mesin tersebut merupakan milik para nelayan yang telah mengalami beberapa kerusakan seperti adanya karat pada bagian dalam mesin, onderdil yang pecah, serta keluarnya asap hitam dari mesin.

“Adanya pembakaran yang tidak sempurna pada mesin perahu merupakan sebab asap hitam muncul pada mesin,” ujar Kamis, perwakilan mentor dari BBPI.

Program Pertamina Sahabat Nelayan tidak hanya sebatas pada kegiatan peningkatan SDM semata, namun juga adanya wadah bagi para nelayan untuk meningkatkan pendapatan berupa bengkel perbaikan mesin perahu di wilayah Tanjung Mas.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pelayanan Teknis dan Pemeliharaan Peralatan Teknis BBPI Semarang, Iwan Agus Subroto memberikan apresiasinya kepada Pertamina.

“Dengan adanya pelatihan keterampilan ini, nelayan sangat terbantu karena bisa mandiri memperbaiki mesin perahu yang mereka gunakan sehari-hari. Kegiatan pelatihan selama lima hari ini juga telah berjalan dengan baik. Kami berharap kerjasama ini dapat berlanjut di kegiatan lainnya,“ ungkapnya.

Senada dengan yang disampaikan dengan perwakilan BBPI, Brasto pun mengungkapkan apresiasi antusias para peserta dan mentor dalam kegiatan pelatihan ini.

“Kami mengapresiasi antusiasi para BBPI, mentor, dan peserta dalam kegiatan pelatihan ini. Mudah-mudahan apa yang diajarkan para mentor dari BBPI dapat bermanfaat dalam kegiatan sehari-hari nelayan seperti perawatan mesin sehingga dapat menekan cost  yang dikeluarkan dan menjadi lebih efisien. Harapannya setelah pelatihan ini nantinya para peserta dapat mengimplementasikan ilmunya di Bengkel Pertamina Sahabat Nelayan yang akan didirikan oleh Pertamina di wilayah Tanjung Mas,” tandasnya. (*)

Ajie MH.