in

15 Investor IKN Siap Groundbreaking di Awal 2024

Investasi ke Nusantara telah masuk dengan variasi sektor serta skala investasi yang beragam.

Peluncuran logo Ibu Kota Nusantara (IKN) di Istana Negara Jakarta, Selasa (30/5/2023). (foto: bpmi setpres/kris)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) terus mencatatkan peningkatan realisasi peminatan investasi. Awal tahun ini ada sekitar 15 investor yang akan melakukan groundbreaking.

Pembangunan megaproyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur tidak kekurangan peminat. Pada 2023, sedikitnya sebanyak 23 investor pelopor dari dalam negeri telah melaksanakan groundbreaking di Nusantara dengan investasi non-APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Nilainya mencapai sekitar Rp41 triliun.

“Kami sangat terbuka bagi para investor yang sesuai dengan visi IKN menjadi kota cerdas, inklusif, berkelanjutan, dan kota yang layak huni dan dicintai,” kata Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono di laman indonesia.go.id.

Baca Juga: Bertema Pohon Hayat, Ini Makna Logo IKN yang Diresmikan Jokowi

Bambang Susantono menambahkan, dengan realisasi peminatan investasi ini, pemerintah semakin optimistis menyambut 2024. Dengan demikian, pada 2024 diharapkan semakin banyak investor yang berinvestasi dan pada jangka panjang.

Hal tersebut sesuai dengan target 80 persen dana pembangunan IKN memakai sumber di luar keuangan negara atau non-APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara).

Untuk itu, OIKN terus berupaya dengan berbagai cara untuk meningkatkan realisasi investasi di Nusantara. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi dan promosi peluang investasi di Nusantara.

“Tahun depan (2024) akan ada sekitar 15 investor lagi yang melakukan groundbreaking di sekitar bulan Januari sampai Februari 2024,” ujar Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN Agung Wicaksono ketika menggelar media briefing, Jumat (29/12/2023).

Sepanjang 2023, groundbreaking 1 sampai 3 di IKN dilakukan investor dalam negeri yang memiliki kapabilitas untuk membangun Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara. Namun, ada juga beberapa investor dalam negeri yang bekerja sama dengan investor luar negeri.

Sementara itu, saat ini terdapat sembilan investor yang akan menjadi inisiator pembangunan hunian di Nusantara, di mana tiga di antaranya adalah investor asal Tiongkok dan Malaysia. Sembilan investor tersebut sedang dalam seleksi dan feasilibility study.

“Mulai dari groundbreaking pertama di September (2023), kedua di November, ketiga di Desember minggu lalu, dan ini dari 23 investor pelopor ini ada total 9 investor di (groundbreaking) yang kedua, 10 investor yang di (groundbreaking) ketiga, dan (groundbreaking) yang pertama ada 4 investor,” kata Agung Wicaksono.

Skala Investasi Beragam

Investasi ke Nusantara telah masuk dengan variasi sektor serta skala investasi yang beragam. Konsorsium Nusantara, Pakuwon Group, dan The Pakubuwono Development yang merupakan investor domestik dengan skala konglomerat di Indonesia telah berkontribusi dengan pembangunan kawasan lahan campuran di Nusantara.

Tak hanya itu, investasi dari Kalimantan Timur, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk. yang telah sukses membangun kawasan komersial Balikpapan Superblock (BSB), juga ikut melakukan peresmian di Ibu Kota Nusantara.

Tak hanya investor skala besar, investor skala kecil-menengah, BSH dengan salah satu portofolio unit usaha berupa restoran tradisional “Kampung Kecil” juga ikut berpartisipasi mengembangkan lahan di KIPP.

Layanan kesehatan dan pendidikan di Ibu Kota Nusantara juga merupakan sektor yang telah melakukan groundbreaking di Ibu Kota Nusantara. Pemerintah dan investor telah membangun total empat buah Rumah Sakit serta dua unit sekolah.

Di antaranya untuk layanan kesehatan adalah RS Abdi Waluyo, RS Mayapada, RS Hermina, serta RS Kementerian Kesehatan. Sementara untuk layanan pendidikan, Nusantara International School (NIS) dan Revitalisasi SDN 020 Sepaku.

Sebagai Smart Sustainable Forest City, sektor energi hijau dan transportasi hijau juga menjadi sektor penting yang telah melakukan peresmian di IKN. PT PLN Nusantara Power bersama dengan rekan internasional Sembcorp telah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 50 Mega Watt (MW) untuk kebutuhan listrik di IKN. Selain itu, PT Bluebird juga mengembangkan sistem transportasi hijau berupa layanan Bus Rapid Transit dan taksi listrik bagi warga Ibu Kota Nusantara.

Pihak OIKN terus berupaya untuk meningkatkan realisasi investasi di Nusantara. Salah satunya dengan terus melakukan sosialisasi dan promosi peluang investasi di IKN.

“Sesuai dengan prinsip good governance, kami juga begitu teliti untuk menyeleksi para investor yang sesuai dengan visi IKN menjadi kota cerdas,” kata Agung Wicaksono.

Disinggung Gibran di Debat Cawapres

Soal investor di IKN sempat disinggung Calon Wakil Presiden nomor urut 2 pasangan Prabowo Subianto, Gibran Rakabuming Raka dalam Debat Cawapres 2024, Jumat (22/12/2023). Gibran menyebut IKN hanya 20% didanai oleh APBN, dengan sisanya didanai oleh pihak swasta termasuk asing.

“Pembangunan IKN pakai APBN, hanya 20 persen, sisanya dari investor,” sebut Gibran.

Gibran pun meyakinkan Cawapres nomor urut 3, Mahfud Md yang memertanyakan soal kevalidan investor yang masuk ke IKN.

*Silakan di-Google, Pak Mahfud, ini sudah banyak investor yang masuk. Mayapada, Agung Sedayu,” ucap Gibran menanggapi pertanyaan Mahfud Md.

Menurut Gibran, dengan adanya keterlibatan swasta dan investasi luar negeri maka membuktikan peran Indonesia dalam pertumbuhan ekonomi global. Keterlibatan investor dinilai juga sebagai bukti kepercayaan investor kepada Indonesia. (*)

Tri Wuryono