in

Yoyok Sukawi dan Mbak Ita Diprediksi bakal Bersaing Ketat di Pilwakot Semarang

Meski elektabilitas Mbak Ita tertinggi, tokoh yang justru difavoritkan oleh pemilih muda dalam survei itu adalah Yoyok Sukawi.

FGD Pilwakot Semarang di Rumah Popo Kota Lama, Jumat (19/1/2024). (istimewa)

SEMARANG – Hevearita Gunaryanti Rahayu dan AS Sukawijaya atau Yoyok Sukawi diperkirakan akan bersaing ketat di Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Semarang. Nama Sekda Kota Semarang, Iswar Aminuddin juga mulai diperhitungkan.

Tiga nama tersebut mencuat dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Forum Media Online Kota Semarang (Fomos) di Rumah Popo kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (19/1/2024).

Peneliti AKSARA Research and Consulting, Darmawan Iskandar yang hadir sebagai peserta aktif dalam FGD tersebut mengatakan, berdasarkan hasil survei pada 5-15 Mei 2023, Wali Kota saat ini, Hevearita G Rahayu atau Mbak Ita, mendapatkan tingkat elektabilitas tertinggi sebagai tokoh yang layak memimpin Kota Semarang ke depan.

Mbak Ita mendapatkan tingkat keterpilihan sebesar 26,3 persen. Hanya saja, meski elektabilitas Mbak Ita tertinggi, tokoh yang justru difavoritkan oleh pemilih muda dalam survei itu adalah Yoyok Sukawi (Anggota Komisi X DPR RI). Selain itu nama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang Iswar Aminuddin mulai diperhitungkan.

“Namun itu survei tahun lalu, dalam waktu dekat ini kami juga akan mengeluarkan hasil survei terbaru. Mungkin saja bisa berbeda hasilnya,” katanya.

Menurut Maman, sapaan akrabnya, sebenarnya secara keseluruhan terdapat lima tokoh potensial yang bisa menjadi pilihan partai politik untuk diusung di Pilwakot Semarang berdasarkan hasil survei Mei 2023. Mereka adalah Mbak Ita, Yoyok Sukawi, Iswar Aminuddin, Ade Bhakti, dan Krisseptiana atau Tia Hendi.

“Kecenderungan arah koalisi menarik di konstelasi politik pusat, karena hasil Pilpres dan Pileg 2024 akan mempengaruhi konstelasi tingkat daerah. Namun untuk Kota Semarang, kami melihat bakal ada dua calon atau lebih yang bersaing di Pilwakot,” katanya.

Bahkan ia menyebut sempat membuat simulasi Pilwakot 2024. Generasi milenial dan z menjadi penentu kemenangan. “53 persen pemilihnya adalah milenial dan Gen Z. Maka mereka akan menjadi penentu. Kalau misal PDIP akan mengusung Mbak Ita dengan tokoh siapapun sebagai wakilnya, kami meyakini tidak akan melawan kotak kosong, ada Mas Yoyok dan Pak Iswar yang surveinya juga lumayan tinggi,” ucapnya.

Sementara pengamat Politik Universitas Diponegoro, Ghulam Manaar mengatakan, tren politik di Kota Semarang tidak akan jauh berbeda dari Pilkada sebelumnya.

“Tren di Semarang, selalu partai nasionalis yang dominan. Pemilu 2019 pun relatif tidak berubah. Dominasinya partai nasionalis, pernah Demokrat di bawah kepemimpinan SBY sempat leading, kemudian diambil alih oleh PDIP,” ujar Ghulam.

Ia memperkirakan, Pilwakot Semarang yang dijadwalkan digelar pada 27 November 2024 masih didominasi dukungan dari PDI Perjuangan.

“Pilwakot 2010-2019, PDIP masih konsisten menang, perolehan tertinggi bisa mengalahkan kotak kosong. PDIP masih jadi kunci pada Pilwakot Kota Semarang pada November 2024,” ujarnya. (*)

Redaksi Jateng Today