in

Laris Manis, Tas Handmade Produksi Lokal Laku Jutaan Rupiah di Lelang Online

Peserta lelang mengajukan bid dari harga yang ditentukan dari lelang melalui kolom komentar.

Ketua Dekranasda Jateng saat memimpin lelang online live Instagram menawarkan tas homde produksi pengrajin lokal. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sejumlah tas handmade produksi pengrajin lokal laris manis ketika dilelang secara online live Instagram, Jumat (7/1/2022).

Lelang tas handmade tersebut dikomandoi Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jateng, Siti Atikoh di Instagram pribadinya. Satu per satu produk tas handmade dipasarkannya.

Harga yang dibuka, jauh di bawah harga normal. Bahkan, beberapa produk laku terjual di bawah harga biasanya.

Produk tas dengan nuansa kearifan lokal, mencuri minat para pemirsa live Instagram. Mereka menawar produk mulai dari harga yang ditentukan dari lelang melalui kolom komentar.

Lelang dimulai dengan tas Drupadi Bag. Tas yang terbuat dari kulit sapi, berwarna dan modelnya manis serta dikombinasikan dengan tenun, mampu menarik perhatian warganet yang tengah ikut siaran.

“Bagi yang berminat dari harga Rp1 juta. Silakan bidding kelipatan Rp100 ribu. Kombinasi ada warna biru, kulit sapi, perpaduan kulit dan tenun. Tetap ada local wisdom gunungan. Aslinya harga Rp 1,8 juta,” ucap Atikoh saat mengulas produk Drupadi Bag.

Hasilnya, beberapa akun menawar dengan harga Rp1,3 juta, Rp1,6 juta sampai Rp1,7 juta. Akun @andreansyah88 berhasil mendapatkan tas tersebut dengan harga Rp1,7 juta.

Bagi peserta yang berhasil memberikan harga tertinggi dan dinyatakan sah, dipersilakan untuk berkoordinasi dengan bagian administrasi melalui nomor telepon yang ditunjukkan Atikoh dalam siaran.

Interaksi antara pembawa acara dengan pemirsa juga semakin hangat. Karena selain adu penawaran tertinggi produk, juga candaan ringan.

Sehingga menambah kemeriahan acara. Kendati tas yang ditawarkan adalah tas perempuan, banyak dari pemirsa dari kalangan pria juga ikut menawar.

“Saya senang sekali karena setidaknya bisa membantu UMKM dengan cara membantu pemasaran. Ayo bergandeng tangan agar ekonomi Indonesia bisa cepat pulih,” tuturnya.

Ditambahkan, kegiatan semacam itu akan terus dilakukan. Setiap awal bulan, Atikoh akan kembali memimpin lelang produk UMKM. Tentu, ragamnya pun akan menyesuaikan minat masyarakat.

“Membela UMKM Jateng dengan membeli produk UMKM. Sekaligus mengampanyekan. Senang saya kalau begini. Lelang produk UMKM dan banyak yang berminat,” tandas Atikoh. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.