in

Spot Tersembunyi Desa Wisata Jamalsari, Surganya Para Pemancing

SEMARANG (jatengtoday.com) – Berbagai wilayah pinggiran Kota Semarang menyimpan sisi unik yang patut dikunjungi. Salah satu spot menarik yang sejauh ini belum banyak terekspos adalah Desa Wisata Jamalsari.

Secara kewilayahan, Desa Jamalsari ini berada di Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Di ujung perkampungan ini terdapat spot unik berupa hamparan Waduk Jatibarang sebelah barat.

Terlihat view pulau mungil Obyek Wisata Goa Kreo tampak dari belakang. Wisatawan cenderung lebih mengenal Desa Wisata Kandri Kecamatan Gunungpati, karena sebagai pintu masuk menuju ke Goa Kreo dan Waduk Jatibarang.

Pemancin asyik menghabiskan waktu sepanjang hari di Waduk Jatibarang Semarang via Desa Jamalsari Kelurahan Kedungpane Ngaliyan Semarang. (abdul mughis/jatengtoday.com)

Desa Jamalsari yang terletak di sebelah barat Waduk Jatibarang inipun menyimpan sisi menarik. Lahan kurang lebih seluas 6 hektar berupa bukit hijau yang sejuk. Warga setempat mengelola dan merintis kampung tersebut menjadi desa wisata.

Sejumlah menu kuliner tradisional bisa didapati di warung-warung milik warga, seperti bir pletok, makanan ringan jantung pisang raja, jamu jun, tape, jahe, keripik kulit singkong, kopi hingga sekadar menikmati mi rebus telur sembari memandang perahu melintas di Waduk Jatibarang.

Pulau mungil di tengah Waduk Jatibarang atau objek wisata Goa Kreo tampak dari belakang. (abdul mughis/jatengtoday.com)

Spot tersembunyi di ujung Desa Jamalsari tersebut diberi nama “Bukit Cinta”. Terdapat gazebo-gazebo sederhana dan spot-spot swafoto buatan warga meski sedikit kurang terawat. Para pengunjung juga bisa menyewa perahu milik warga untuk menyeberang ke Goa Kreo ataupun berkeliling mengelilingi Waduk Jatibarang.

Hal yang tak kalah menarik, dermaga waduk di wilayah tersebut menjadi surganya para pemancing. Terdapat perahu-perahu kayu, jembatan bambu untuk para pemancing ikan yang asyik menghabiskan waktu sepanjang hari di lokasi tersebut.

“Di sini tidak ada tiket masuk. Pemancing maupun pengunjung hanya perlu membayar uang parkir seikhlasnya. Biasanya saya berikan Rp 3.000,” ungkap seorang pemancing, Susanto, warga Mijen, Minggu (14/3/2021).

Dia mengaku baru pertama kali memancing di lokasi tersebut. “Saya diberi tahu oleh teman kalau di tempat ini asyik buat mancing. Ternyata benar. Ikan di waduk ini juga sangat lengkap. Mulai dari kutuk atau gabus, lele, nila, bandeng, kakap, bawal, patin, hingga udang,” katanya.

Pemandangan Waduk Jatibarang dari “Bukit Cinta” Desa Jamalsari Kelurahan Kedungpane, Ngaliyan, Semarang. (abdul mughis/jatengtoday.com)

Bahkan ukuran ikan di lokasi tersebut terbilang menggiurkan bagi para pemancing. “Kalau soal besaran ikan, di sini beragam. Tapi yang jelas jenisnya sangat banyak dan ada yang lebih dari 3 kilogram. Saya disarankan teman saya menggunakan umpan lumut dan garam, terutama untuk ikan bandeng. Kalau untuk ikan gabus bisa menggunakan umpan yuyu,” ujarnya.

BACA JUGA: Wisata Sobo Alas Semarang, Menikmati Kuliner di Hutan Pinggir Kota

Sementara pengunjung lain, Nita, mengaku penasaran ingin melihat Waduk Jatibarang via Desa Jamalsari.

“Sebetulnya saya hanya iseng jalan-jalan saja sama suami. Sebelumnya belum pernah ke sini. Saya pengin lihat tepi waduk kalau dari arah barat seperti apa. Orang-orang kan cenderung mengunjungi Waduk Jatibarang dan Goa Kreo dari Desa Kandri. Ternyata menarik juga,” katanya. (*)

 

editor: ricky fitriyanto

Abdul Mughis