in ,

Skenario PPP Hadapi Pertarungan Pilgub Jateng

SEMARANG – Ketua Umum DPP PPP Romahurmuzy menyebut, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) membuka peluang lebar untuk berkoalisi dengan partai besar untuk menghadapi pertarungan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018. Saat ini, PPP sudah menyiapkan skenario agar bisa tetap mengambil peran.

“Yang jelas, kami ingin menjadikan Pilgub Jateng 2018 menjadi ajang pertarungan yang adem. Menyiapkan skenario itu jelas. Bisa juga dengan membangun koalisi Semangka, Bangjo (Abang/merah dan hijau). Gubernure Abang (PDIP) Wakile Ijo (PPP),” kata Romahurmuzy, Selasa (24/10/2017).

Dia tak memungkiri akan adanya koalisi “Semangka”. Simbol kombinasi warna merah dan hijau, yakni PDI Perjuangan dan PPP untuk menghadapi Pilgub Jawa Tengah 2018. Dia beralasan peluang koalisi tersebut sangat memungkinkan karena Jateng sejak dahulu adalah daerah ‘abangan’. “Sejak masa orde lama Jateng adalah basisnya PNI, kemudian tiap pemilu pemenangnya adalah PDI yang kini menjadi PDI Perjuangan. Sehingga di sini memang daerah abangan, kami hormati itu, karena demokrasi itu kan penghormatan pada pemenang mayoritas,” kata dia.

Untuk skenario ini, lanjut dia, PPP sudah menyiapkan figur-figur dari kader internal partai untuk diajukan sebagai bakal calon wakil gubernur. Beberapa nama di antaranya adalah Ketua Komite I DPD RI Ahmad Muqowam, Bupati Jepara Marzuki, mantan Wakil Bupati Blora Abu Nafi, serta kader di legislatif. “Semua masih kami kaji lebih jauh lagi. Bagaimana kesiapannya, agar lebih dinamis dalam rangka berdemokrasi dan pendidikan politik kepada masyarakat,” terangnya.

Koalisi ini, kata dia, juga sebagai upaya menetralisasi adanya penggalangan kekuatan Parpol untuk menciptakan pertarungan ‘head to head’ di Pilgub Jateng. Diperkirakan akan ada gabungan dari banyak parpol untuk mengalahkan kekuatan PDI Perjuangan di Jateng. “Untuk mencegah eskalasi politik identitas, kami menyodorkan koalisi Semangka ini,” imbuh dia.

Dia juga mengaku telah berkomunikasi dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri terkait hal ini. Meski begitu, ia mengaku tetap menghargai mekanisme internal PDIP. Tetapi, lanjutnya, apabila koalisi ini nantinya tidak menemukan porsi yang pas, dia mengaku telah memiliki skenario lain. “Skenario lain tetap ada, tidak menutup kemungkinan koalisi dengan PKB dan Golkar,” kata dia. (Abdul Mughis)

Editor: Ismu Puruhito