in

Sika Tiler Competition 2026 Digelar di Semarang, Cetak Ahli Pasang Keramik Berstandar Internasional

default

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sika Indonesia kembali menggelar Sika Tiler Competition 2026 sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan apresiasi kepada para ahli pasang keramik di Indonesia. Babak kualifikasi pertama digelar di Metro Center Semarang, Minggu (19/7/2026), dan diikuti 60 tim atau 120 peserta dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

Kompetisi ini menjadi langkah awal untuk menjaring tenaga terampil terbaik yang nantinya akan bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Setelah Semarang, rangkaian kualifikasi akan berlanjut di Jawa Timur dan Jabodetabek. Secara keseluruhan, sekitar 300 peserta diperkirakan mengikuti seleksi untuk memperebutkan tiket menuju Grand Final di Jakarta.

Pemenang Grand Final akan memperoleh kesempatan mewakili Indonesia pada Global Tiler Competition 2027 di China, bersaing dengan para ahli pasang keramik dari berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, Afrika, hingga Australia.

Marketing Manager Sika Indonesia, Irene Yulientin, mengatakan kompetisi tersebut bukan sekadar adu kecepatan memasang keramik, melainkan wadah untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kerja konstruksi Indonesia.

“Perkembangan industri konstruksi membuat teknik pemasangan keramik maupun granit terus mengalami perubahan. Oleh karena itu, tenaga lapangan juga perlu mengikuti perkembangan metode kerja dan penggunaan material yang tepat agar hasil pemasangan lebih kuat, presisi, dan tahan lama,” ujarnya.

Menurut Irene, melalui Sika Tiler Competition 2026, Sika Indonesia ingin memberikan penghargaan kepada para ahli pasang keramik sekaligus mendorong peningkatan kompetensi agar mampu memenuhi standar internasional.

“Kami percaya kualitas pembangunan tidak hanya ditentukan oleh material yang digunakan, tetapi juga oleh keterampilan tenaga kerja yang mengerjakannya,” katanya.

Dalam kompetisi tersebut, seluruh peserta menggunakan SikaCeram®-180 GA, perekat keramik berkualitas tinggi dari Sika Indonesia yang dirancang untuk mendukung proses pemasangan sesuai standar profesional.

Setiap tim yang terdiri atas dua orang dituntut mampu bekerja secara kompak menyelesaikan tantangan pemasangan keramik sesuai ketentuan dewan juri. Penilaian tidak hanya didasarkan pada kecepatan, tetapi juga mencakup ketepatan teknik pemasangan, tingkat presisi, kualitas hasil akhir, efisiensi waktu, hingga kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.

Sika Indonesia berharap kompetisi ini mampu berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi agar siap menghadapi perkembangan teknologi material bangunan yang semakin modern.

“Kami berharap kompetisi ini mampu melahirkan lebih banyak tenaga terampil yang siap bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di panggung internasional. Kami ingin para ahli pasang keramik Indonesia memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus membawa nama Indonesia di ajang dunia,” tambah Irene.

Melalui ajang ini, Sika Indonesia juga ingin menunjukkan bahwa profesi ahli pasang keramik memiliki prospek karier yang luas hingga level internasional. Dengan pembinaan berkelanjutan dan dukungan inovasi teknologi material bangunan, tenaga konstruksi Indonesia diharapkan semakin kompetitif dan mampu bersaing di pasar global. (*)