in

Seminar Kemenhub Kulik Alokasi Pajak untuk Pengembangan Transportasi Massal

Kegiatan seminar sosialisasi ini terbagi ke dalam dua sesi diskusi.

Sejumlah narasumber berbicara dalam seminar yang digelar Kemenhub. (istimewa)
Sejumlah narasumber berbicara dalam seminar yang digelar Kemenhub. (istimewa)

JAKARTA (jatengtoday.com) — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyelenggarakan seminar secara hybrid tentang Sosialisasi Peraturan Pemerintah No 35 Tahun 2023, Rabu (31/1/2023).

Seminar digelar untuk menggali lebih dalam aturan pada PP No. 35/2023, termasuk menguraikan konkretnya alokasi pajak untuk pengembangan transportasi massal yang berkelanjutan.

“Transportasi umum memegang peranan penting untuk mengatasi kemacetan, terutama di kota-kota besar,” ujar Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Suharto dalam sambutannya.

Saat ini Jakarta menempati 10 kota metropolitan termacet di dunia. Kemacetan menyebabkan kerugian sebesar 65 Triliun di Jakarta dan 12 Triliun di Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar.

Selain itu, jaringan transportasi umum yang terbatas menjadi permasalahan transportasi di Indonesia.

Menurutnya, transportasi umum seharusnya dapat dijadikan kebutuhan dasar sebagaimana pendidikan dan kesehatan sehingga terdapat mandatory spending yang harus dialokasikan.

“Saat ini, tidak lebih dari dua persen anggaran daerah yang dialokasikan untuk pembangunan dan pengembangan transportasi umum,” imbuhnya.

Sebagaimana tertuang dalam Kajian Teknis Angkutan Perkotaan yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada tahun 2019, proporsi anggaran Dinas Perhubungan di beberapa kota di Indonesia berkisar antara 0,22 hingga 3,1 persen dari total APBD.

Salah satu dampak langsung dari keterbatasan anggaran ini adalah timbulnya beragam tantangan untuk memperluas jaringan transportasi umum, serta berimbas pada jumlah armada yang tersedia sehingga menyebabkan minimnya sarana transportasi bagi masyarakat.

Sebagai informasi, seminar Kemenhub ini berkolaborasi dengan Asosiasi Analis Kebijakan Indonesia (AAKI) dan didukung program GIZ Sutri Nama & Indobus.

Kegiatan seminar sosialisasi ini terbagi ke dalam dua sesi diskusi. Sesi pertama berfokus pada diskusi terkait tantangan bersama dalam pembangunan transportasi umum di daerah. Sementara pada sesi kedua, dilanjutkan dengan topik pembahasan khusus mengenai pengelolaan pendanaan yang tepat dalam proses pengembangan transportasi berkelanjutan. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar