in

PTM Diizinkan 100 Persen, SMAN 10 Semarang Tetap Bagi Jam Sekolah Siswa

SMAN 10 Semarang ikut menggelar PTM 100 persen, tapi membagi jam sekolah siswa untuk menjaga kelas tetap terisi setengah dari kapasitas. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemerintah sudah mengizinkan sekolah untuk menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen. Meski begitu, protokol kesehatan (prokes) selama PTM berlangsung tetap harus di jaga.

SMAN 10 Semarang tetap berhati-hati meski sudah mendapat izin menggelar PTM 100 persen. Di sekolah ini, model pembelajaran masih dibagi menjadi dua kelompok belajar.

Kepala SMAN 10 Semarang, Sukirna menjelaskan, siswa dalam satu kelas dibagi dua. Sebanyak 50 persen siswa setiap kelas masuk pagi, sisanya masuk siang. Hal itu dilakukan untuk mengatur kapasitas dan jarak antarsiswa selama belajar di dalam kelas.

“Yang masuk pagi sampai jam 12.00, setelah itu kelas diisi siswa lain. Jadi kelas hanya diisi setengah kapasitas,”ucapnya, Selasa (4/1/2022).

Diaktakan, pembagian siswa ini sudah dilakukan sejak Senin (3/1/2022) kemarin. Sebelumnya dia sudah memberikan surat edaran kepada orang tua siswa terkait pelaksanaan PTM terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Respons orang tua banyak yang senang, selama ini belum ada yang menyatakan keberatan. Siswa juga lebih senang belajar tatap muka daripada PJJ (pembelajaran jarak jauh). Yang agak berat ini guru-gurunya karena mengajar dua kali,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.