SEMARANG (jatengtoday.com) – Taufiq Kurniawan memastikan stok BBM dan LPG di wilayah Jawa Tengah dan DIY dalam kondisi aman menjelang libur panjang dan Hari Raya Iduladha 2026.
Hal tersebut disampaikan Taufiq dalam agenda Coffee Morning bersama media di Semarang, Rabu (20/5).
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan energi selama momentum libur panjang dan Iduladha karena stok saat ini dinilai sangat mencukupi.
“Kami pastikan BBM menjelang libur panjang Iduladha nanti dalam keadaan aman. Masyarakat juga bisa merayakan Iduladha dengan tenang,” ujarnya.
Stok Solar dan Pertamax Disebut Sangat Aman
Taufiq memaparkan, stok BBM subsidi jenis solar saat ini mencapai sekitar 110.757 kiloliter dengan ketahanan hingga 18 kali lipat konsumsi normal harian.
Sementara untuk BBM nonsubsidi jenis Pertamax, stok tercatat sekitar 84.300 kiloliter dengan ketahanan yang juga mencapai 18 kali lipat konsumsi harian.
Adapun untuk Dex Series, ketahanan stok disebut mencapai 47 kali lipat konsumsi normal, sedangkan Pertalite berada di kisaran 14 kali lipat konsumsi harian.
Untuk LPG, ketahanan stok di wilayah Jawa Tengah dan DIY berada di angka empat kali lipat konsumsi normal.
Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan LPG tetap aman karena adanya dukungan suplai tambahan dari wilayah lain.
“Kami juga mendapatkan perbantuan stok dari Gresik, Balongan, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelasnya.
Pertamina Ungkap Kendala Program Subsidi Tepat
Selain membahas ketahanan energi, Taufiq juga menjelaskan sejumlah kendala yang kerap muncul dalam pelaksanaan program Subsidi Tepat BBM.
Menurutnya, persoalan yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan nomor polisi kendaraan ganda atau data kendaraan yang tidak sesuai dengan identitas kendaraan sebenarnya.
“Ada nomor polisi yang digunakan kendaraan lain dengan tipe berbeda. Karena kejadian seperti ini cukup banyak, maka masyarakat diminta mendaftarkan sendiri kendaraannya agar benar-benar mengklaim dirinya sebagai penerima subsidi,” katanya.
Ia menegaskan, proses pendaftaran Subsidi Tepat dilakukan untuk memastikan subsidi BBM benar-benar tepat sasaran sekaligus menghindari penyalahgunaan.
Taufiq menjelaskan, masyarakat yang mengalami kendala dalam proses pendaftaran dapat langsung meminta bantuan operator SPBU, menghubungi kantor cabang Pertamina, maupun mengakses layanan Call Center 135.
Pertamina Gandeng Samsat dan Polda
Terkait kasus nomor polisi yang dipakai pihak lain, Pertamina juga mendorong masyarakat untuk melakukan pengecekan ke kantor Samsat terdekat.
Menurut Taufiq, Pertamina bersama kepolisian sebelumnya juga telah melakukan evaluasi terhadap berbagai modus penyalahgunaan BBM subsidi yang ditemukan selama implementasi program Subsidi Tepat.
“Kepentingan Pertamina, pemerintah, dan kepolisian sama, yaitu melindungi subsidi agar tepat sasaran,” ujarnya.
Selain itu, Pertamina juga telah melakukan pelatihan kepada sejumlah komunitas dan organisasi transportasi seperti Organda, pengusaha PO bus, dan kelompok transportasi lainnya agar dapat membantu masyarakat menyelesaikan kendala pendaftaran Subsidi Tepat.
Ia berharap masyarakat tetap tenang, menggunakan energi secara bijak, dan mendukung upaya pemerintah dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran. (*)
