in

Harga Telur Terjun Bebas, Pemprov Jateng Borong dari Peternak

Ilustrasi- telur ayam. (pixabay)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemprov Jateng menunjukkan kepeduliannya terhadap para peternak melalui Gerakan Peduli Peternak (Nglarisi Produk Peternak). Gerakan tersebut dilakukan lantaran harga telur turun hingga Rp 14.000 per kilogram, padahal Harga Acuan Pemerintah (HAP) Rp 19.000-Rp 21.000 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng, Agus Wariyanto menuturkan bahwa turunnya harga telur mengakibatkan peternak ayam petelur mengalami kerugian. Bahkan banyak yanh harus mengafkirkan ayam sebelum waktunya.

“Oleh karena itu, masyarakat Jateng diimbau untuk membeli telur agar menyerap produk peternak. Ini melalui Gerakan Peduli Peternak,” ujarnya, Jumat (5/11/2021).

Gerakan Peduli Peternak (Nglarisi Produk Peternak) dimulai dari aparatur sipil negara (ASN) melalui masing-masing OPD. Pemesanan dapat dilakukan melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, atau nara hubung yang tertera dalam pamflet.

“Untuk pembelian dapat menghubungi narahubung yg tertera di pamflet. Gerakan ini dimulai dari 8 sampai 12 November 2021,” lanjutnya.

Hingga saat ini, pemesanan dari sejumlah OPD se-Jatengsudah mencapai 5.094 kilogram. Jumlah itu diperkirakan akan terus bertambah sampai akhir waktu yang dijadwalkan.

“Kami harapkan semua ASN bisa memesan dengan satu paket berisi 2 kilogram telur dengan harga Rp 40.000,” paparnya.

Sedangkan pasokan telur tersebut diambil dari kelompok peternak di berbagai daerah di Jawa Tengah. Seperti Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Pekalongan, dan Purbalingga.

“Diharapkan dapat membantu mengurangi kerugian peternak,” harapnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.