in

Pemkot Semarang Terus Gencarkan Penerapan Parkir Elektronik

Dishub Kota Semarang adalah yang pertama kali menginisiasi program parkir elektronik ini melalui Peraturan Wali Kota.

CEO Tata Sarana Makmur (TSM), Tommy Singgih bersama Wali Kota Hendrar Prihadi dan Kadis Perhubungan Kota Semarang pada peringatan Hari Perhubungan Nasional 2022 di Kota Semarang, Senin (19/9/2022). (foto: istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Pemerintah Kota Semarang semakin giat melakukan inisiasi penerapan digitalisasi pada layanan masyarakat. Salah satunya adalah pembayaran parkir elektronik (electronic parking) sehingga menjadi lebih praktis, nyaman dan aman.

Bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional 2022 yang diadakan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Semarang Jalan Tambak Aji Raya No. 5, Senin (19/9/2022), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Endro Pudyo Martantono secara resmi menyerahkan mesin EDC kepada empat juru parkir sekaligus menandai pelaksanaan Parkir Elektronik di Kota Semarang.

Endro PM mengatakan, Dishub Kota Semarang adalah yang pertama kali menginisiasi program parkir elektronik ini melalui Peraturan Wali Kota. Menurutnya, ini akan menjadi referensi untuk kota-kota lainnya di Indonesia.

Pada tahap awal ini, Dishub Kota Semarang menggunakan tarif flat baik untuk roda dua, roda empat hingga roda enam ke atas. Diharapkan dengan penerapan parkir elektronik pendapatan daerah dari parkir semakin meningkat.

Melalui parkir elektronik, pengendara tidak perlu repot menyiapkan uang kecil untuk pembayaran atau menerima kembalian sehingga meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 melalui kontak antara manusia. Dengan demikian, pembayaran menggunakan sistem e-parking membantu pengendara melakukan pembayaran secara praktis, aman dan juga cepat.

Selain itu, kehadiran e-parking juga mendukung program pemerintah dan Bank Indonesia dalam menggunakan sistem pembayaran nasional yaitu QRIS dan uang elektronik. Apalagi, alat yang digunakan ini adalah mesin EDC (Electronic Data Capture).

Alat buatan Indonesia ini memiliki 40,6% Tingkat Komponen dalam Negeri (TKDN) sehingga mendukung produksi dalam negeri dalam rangka meningkatkan ekonomi nasional.

Kemudahan e-Parking

Metode pembayaran parkir elektronik ini juga dinilai sangat mudah, yakni dengan menggunakan aplikasi dompet online yang ada di smartphone atau uang elektronik yang umumnya tersedia di setiap kendaraan.

Kemudahan lainnya, pembayaran parkir elektronik juga bisa menggunakan berbagai macam cara seperti e-wallet, QRIS dan m-banking. Harapannya, penerapan sistem parkir elektronik berbasis uang elektronik tersebut dapat mengatasi berbagai masalah perparkiran.

Tommy Singgih, CEO PT Tata Sarana Makmur (TSM) selaku system integrator dari metode pembayaran parkir elektronik ini menyampaikan, pihaknya berkomitmen untuk terus memajukan produksi dalam negeri, khususnya berkaitan dengan solusi-solusi digital.

“Induk kami PT Tata Sarana Mandiri (TSM) telah berkiprah memproduksi alat-alat teknologi tinggi untuk pasar dan kebutuhan baik dalam negeri maupun luar negeri. Di Indonesia, kita memiliki dua lokasi pabrik. PT Tata Sarana Makmur berkomitmen menghadirkan teknologi terkini dalam mendukung pemerintah pusat dan daerah dalam rangka menghadirkan solusi terbaik untuk masyarakat Indonesia,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/9/2022).

Dalam pelaksanaan e-Parking, juru parkir yang terdaftar akan mencatat nomor polisi kendaraan melalui mesin EDC V1, di mana pada saat keluar nomor polisi itu akan dimunculkan kembali pada mesin EDC untuk
dilakukan pembayaran secara elektronik menggunakan QRIS.

Tekan Kebocoran

Menurutnya, sistem elektronik parking sangat membantu para pengendara dalam menghemat waktu ataupun menyediakan uang tunai. Selain itu, sistem parkir elektronik juga bisa memberikan kepastian tentang biaya parkir. Hal ini karena tidak lagi bisa diubah sesukanya oleh penyedia jasa.

“Dengan sistem ini masalah pungutan liar bisa diatasi. Pengguna parkir akan mendapat bukti pembayaran setelah melakukan tapping e-money pada mesin parkir elektronik,” kata Tommy.

Jadi penerapan parkir elektronik berbasis e-money, lanjutnya, dapat mengatasi kebocoran pendapatan daerah yang berasal dari parkir. Dengan demikian, penerapan parkir elektronik juga membantu transparansi dalam menghitung pendapatan daerah dari parkir.

“Jadi parkir elektronik dengan sistem yang terkomputerisasi membantu pemerintah mengontrol bidang perparkiran,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.