in ,

Para PNS ini Piawai Main Musik, Kolaborasi Miniorkestra hingga Iringi Artis

Kelompok band asal Semarang itu bernama Senopati Band. Saat tampil di panggung, mereka kerap memukau penonton. Para pemainnya terlihat piawai memamerkan berbagai jenis aliran musik. Mulai pop, rock, alternatif, blues, jazz, bahkan dangdut koplo.

Cukup mencuri perhatian, karena permainan panggung kelompok ini mampu menunjukkan kasta musik yang tidak main-main. Mereka mampu membawakan setiap arransemen secara halus, enerjik, elegan sekaligus merakyat. Mulai dari kolaborasi miniorkestra, perkusi, saxsophone, hingga kerap didapuk untuk mengiringi artis ternama. Tambah segar juga karena vokalisnya cantik.

Hal lain yang menarik, ternyata para personelnya merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Semarang.

Nama Senopati terbentuk sejak 30 Maret 2015 silam. Meski sempat bongkar pasang, sekarang ini kurang lebih digawangi sembilan personel. Mereka masing-masing; Natalistiyanto dan Ellyasmara (Elektrik Gitar), Danu Sulistiyo (Bass), Zulkifli Nasution (Drum), Franklyn Thomasoa dan Dwi Nurbani (Vokal), Prajoko Budi (Saxophone), Reza dan Eko Wahyu (Keyboard).

“Semuanya PNS Pemkot Semarang, kecuali additional Keyboard Mas Eko. Kebanyakan merupakan PNS Bapenda Kota Semarang,” kata salah satu personel Senopati Band, Ellyasmara, Jumat (6/4).

Dikatakannya, berawal dari kesamaan hobi, maka terbentuklah Senopati Band. Nama Senopati sendiri merupakan pemberian dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. “Seno” artinya prajurit, “Pati” berarti Pimpinan, sehingga memiliki filosofi bersatunya kekuatan antara prajurit bersama pimpinan. Maka para pimpinan pejabat di Kota Semarang tak segan bergabung untuk berkolaborasi.

Saat ini, Senopati memiliki base camp studio musik di Kantor Bapenda Kota Semarang, Kompleks Balai Kota Semarang. Studio musik khusus tersebut difasilitasi oleh Hendrar Prihadi. “Tidak hanya ngumpul main band saja, kami juga ngumpul untuk berlatih berorganisasi. Band ini bentukannya Pak Wali (Hendrar Prihadi), penanggungjawabnya Pak Yudi (Yudi Mardiana Kepala Bapenda Kota Semarang). Jadi kami ini juga dibina beliau-beliau,” katanya.

Di sela kesibukan bertugas sebagai PNS, Senopati tetap menjadwalkan latihan rutin seminggu sekali setiap hari Selasa, sepulang kerja. “Biasanya latihan sore sampai malam. Itu latihan reguler. Kalau ada event khusus, kami ekstra latihan,” katanya.

Mengenai konsep, Senopati lebih memilih “All Round”. Artinya, hampir semua aliran musik mulai dari pop-rock, dangdut, hingga jazz bisa dibawakan. Mereka pernah berkolaborasi dengan miniorkestra. Sejumlah tembang merakyat seperti Bojo Galak, Jaran Goyang (Koplo), When I See You Smile (Rock Klasik), Bukan Hanya- Chris Kahyatu (Jazz), Dave Coz Reflection of My Life dan lain-lain, pernah digarap.

Tentunya digarap menggunakan corak arransemen Senopati yang memiliki beraneka ragam alat musik. Bahkan Senopati berkali-kali mengiringi sejumlah artis. “Pernah mengiringi Uut Permatasari, Reza Lawangsewu, Andre Hehanusa, dan lain-lain,” katanya.

Bahkan drummer kondang Gilang Ramadhan pernah berkolaborasi dengan Senopati Band. Hal yang cukup berkesan, kata dia, Gilang sempat latihan bersama di studio milik Senopati di Kompleks Balai Kota Semarang. “Hal lain yang cukup berkesan, saat pentas mengiringi Andre Hehanusa. Andre mengaku puas sekali main bersama kami, dia memuji melalui akun medsosnya,” katanya.

Bahkan setidaknya telah tiga kali Andre Hehanusa mengajak pentas kolaborasi. Tidak hanya sekadar pentas musik dari panggung-panggung besar. Senopati juga pentas mendekatkan diri dengan rakyat. Mulai dari Car Free Day (CFD) hingga pentas undangan dari kampung ke kampung, acara pernikahan, dan lain-lain tanpa mematok harga. Sebab, hal itu menjadi bagian pelayanan masyarakat.

“Kami juga turut melakukan sosialisasi taat pajak kepada masyarakat melalui musik,” katanya.

Beberapa personel Senopati memang memiliki latar belakang musik yang cukup kuat. Bahkan ada beberapa personel yang merupakan seorang guru musik. “Ada dua personel yang pernah mengajak di sekolah musik dan guru seni musik. Tapi sekarang sudah enggak. Lainnya otodidak,”

Meski memiliki golongan pangkat berbeda-beda, para personil Senopati tidak memandang pangkat. “Kalau sudah dalam band, semua sama,” kata Elly yang saat ini menjabat sebagai Kasubid Pendaftaran dan Pendataan Bidang Pajak Daerah II Bapenda Kota Semarang ini.

Namun selama ini Senopati masih menggarap lagu milik orang lain. Artinya, belum menggarap lagu sendiri. “Ke depan, kami ingin lebih meningkatkan kesolidan, ingin mencoba konsep baru, lebih serius membikin lagu sendiri,” kata lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini. (abdul mughis)

Editor : Ismu Puruhito