in

Mendekatkan Olahraga Domino melalui Pertandingan Eksibisi di Patemon Gunungpati

Olahraga domino diperkenalkan pada warga RW VII Graha Mandiri Residence, Patemon, Gunungpati

SEMARANG (jatengtoday.com) — Ada yang berbeda dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di RW 7 Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang. Jika tahun-tahun sebelumnya warga akrab dengan lomba futsal, badminton, atau tenis meja, kali ini panitia menghadirkan permainan Olahraga Domino (Orado) melalui gelaran Fun Match Domino antar-RT.

Ide tersebut muncul dari keterbatasan waktu persiapan sekaligus keinginan panitia menghadirkan jenis olahraga yang berbeda. Permainan Orado kemudian dipilih sebagai salah satu lomba dalam rangkaian kegiatan 17-an di Perumahan Graha Mandiri Residence.

Menariknya, lomba tingkat RW tersebut mendapat dukungan langsung dari jajaran Pengurus Cabang (Pengcab) Orado Kota Semarang dan Pengcab Orado Kabupaten Semarang. Ajang yang diikuti perwakilan warga dari masing-masing RT itu sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana latihan dan sosialisasi kompetisi Orado secara formal.

Simulasi Pertandingan Resmi

Panitia menghadirkan perangkat pertandingan, mulai dari wasit, asisten wasit hingga pengampu jalannya kompetisi.

“Kami mendampingi kompetisi warga Perumahan Graha Mandiri Residence ini dengan menghadirkan tim wasit, asisten wasit, dan pengampu jalannya kompetisi lainnya,” ungkap Eko Peyang, Ketua Pengcab Orado Kabupaten Semarang, Sabtu (15/8/2026).

Meskipun hanya pertandingan eksibisi, Eko Peyang menambahkan, event tersebut menjadi sarana persiapan menghadapi Panglima TNI Cup. Dia menegaskan bahwa domino juga bisa menjadi ajang berprestasi.

“Panglima TNI Cup rencananya digelar di tiap daerah dan melalui event ini, kami berharap ada bibit potensial yang muncul. Kami juga ingin menghapus stigma negatif terhadap domino yang selama ini dianggap dekat dengan perjudian,” ungkapnya.

Ketua Umum Pengcab Orado Kota Semarang, Oldy Ardhana menilai antusiasme warga menjadi sinyal positif bagi perkembangan domino sebagai cabang olahraga yang lebih dikenal masyarakat.

Menurutnya, Fun Match di Graha Mandiri Residence menjadi pengalaman penting bagi jajaran pengurus karena merupakan kompetisi formal pertama yang mereka selenggarakan dengan melibatkan kolaborasi Pengcab Orado Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

“Fun match di Graha Mandiri Residence ini menjadi kompetisi formal pertama kali dari pengurus kami. Kolaborasi dengan Pengcab Kabupaten Semarang juga berlangsung baik, membuat penyelenggaraan terasa ringan dan lancar,” kata Oldi, yang juga menjabat Ketua Umum BPC HIPMI Kota Semarang.

Koordinasi Lintas Sektoral

Kehadiran perangkat pertandingan dari organisasi Orado membuat lomba antar-RT tersebut terasa seperti kompetisi resmi. Bagi warga, pengalaman itu sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal Orado lebih dekat, bukan sekadar permainan domino biasa.

Antusiasme warga bahkan mendapat perhatian dari unsur TNI. Mayor Infanteri Slamet Muhadi, Danramil 14/Mijen Kodim 0733/Kota Semarang, hadir langsung memantau jalannya kegiatan.

Kehadiran Danramil Mijen tersebut sekaligus menjadi bagian awal koordinasi lintas sektoral untuk mendukung Pertandingan Domino dalam rangka HUT ke-81 TNI Tingkat Nasional Piala Panglima TNI yang akan digelar serentak di wilayah Jawa Tengah pada 10-25 September 2026 mendatang.

Ketua Pengcab Orado Kabupaten Semarang, Eko Peyang memberikan materi olahraga domino kepada warga Graha Mandiri Residence.

Bagi warga RW 7 Patemon, perhatian dari jajaran Orado hingga unsur kewilayahan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri.

“Bagaimana gembiranya kami, yang pasti sangat membanggakan. Lomba ini didatangi banyak pihak dari luar Graha Mandiri Residence,” ungkap Wimzy, Sekretaris RW 7 Patemon.

Ia menambahkan, warga juga merasa mendapatkan pengalaman berbeda karena lomba tingkat RW tersebut diperlakukan layaknya sebuah pertandingan resmi. “Kami diberikan fasilitas selayaknya pertandingan besar,” tambahnya.

Ajang di Graha Mandiri Residence pun menjadi contoh bagaimana domino mulai diperkenalkan dari lingkungan masyarakat paling dekat. Dari lomba antar-RT, permainan ini diharapkan semakin dikenal, dimainkan, dan berkembang menjadi olahraga yang memiliki basis penggemar lebih luas di Semarang dan Jawa Tengah. (*)