in ,

Mararas Apuwara: Dorong Kesejahteraan Anak Muda Lewat Kreativitas

Mararas Apuwara

SEMARANG (jatengtoday.com) – Anak muda punya semangat yang menggebu. Dengan jiwa idealisme yang masih tinggi, semangat anak-anak muda bisa dilampiaskan lewat kreativitas. Nah dari kreativitas ini, bisa dimanfaatkan menjadi ladang rupiah.

Itulah pemikiran Mararas Apuwara. Caleg DPRD Kota Semarang dapil 3 (Candisari dan Tembalang) ini ingin mengajak anak-anak muda untuk mendapatkan kesejahteraan lewat kreativitas. Apalagi, di era serba digital ini, kreativitas lebih mudah diekspresikan.

“Saya membayangkan ada wadah untuk anak-anak muda bisa mengkespresikan kreativitas mereka dengan bebas. Ada fasilitas khusus untuk itu,” ucapnya, Selasa (6/2/2024).

Tidak melulu khusus untuk seniman. “Tapi semua anak muda mau apa saja bisa,” imbuhnya.

Pria kelahiran Semarang, 17 April 1987 ini melihat, banyak warga Semarang yang masih menjadi konsumen kreativitas. Hanya menikmati hasil karya orang. Termasuk karya-karya selebgram dan konten kreator di media sosial.

“Kenapa tidak menjadi produsen saja? Padahal itu ladang yang menguntungkan. Mungkin karena fasilitas atau dukungan yang belum mereka dapatkan. Makannya, saya membayangkan jika ada wadah untuk ini, tentu akan semakin menarik. Setidaknya anak-anak muda Semarang bisa berkreasi dengan bebas,” paparnya.

Politikus Partai Golkar ini pun sudah memulai menjadi konten kreator kecil-kecilan lewat akun Instagram @mararas_apuwara. Lewat akun itu, Mararas ingin berbagi sekaligus memberikan pendidikan politik dengan penyampaian khas anak muda.

Pengusaha di bidang pengiriman barang ini melihat, potensi anak-anak muda Semarang terbilang bagus. Apalagi yang berkaitan dengan digital. Pasalnya, dari hobi, bisa jadi konten kreator. Atau bisa juga mendalami hobi untuk jadi profesional. Esport, misalnya.

“Kalau dilihat di warung-warung atau tempat tongkrongan, banyak anak-anak muda yang main game di hape. Mungkin kalau ada wadah yang bisa menjadi tempat mereka, ada kemungkinan bisa menjadi atlet esport mumpuni. Potensi-potensi inilah yang seharusnya bisa digali,” harapnya. (*)

Ajie MH.

Tinggalkan Balasan