in

Konfrensi Zakat Internasional Janji Bantu Pemulihan Ekonomi

Pemulihan ekonomi menjadi penting untuk dilakukan pasca ketidakstabilan ekonomi global gara-gara pandemi Covid-19.

SEMARANG (jatengtoday.com) – Upaya pemulihan ekonomi menjadi pembahasan utama dalam Konferensi Zakat Internasional ke-6 atau The 6th Indonesian Conference of Zakat (ICONZ) 2022 yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Main Auditorium UIN Walisongo Semarang.

Konfrensi bertema “Eskalasi Pemulihan Ekonomi untuk Pertumbuhan Sosio-Ekonomi yang Tangguh dan Berkelanjutan melalui Pengelolaan Zakat yang Lebih Inklusi” yang digelar dua hari (30/11-1/12/2022) ini merupakan pertemuan antara praktisi, akademisi, serta profesional.

“Mereka merumuskan strategi pengentasan kemiskinan dan pembangunan yang berkelanjutan melalui dana zakat,” ujar Ketua Baznas RI, Noor Achmad di sela-sela acara.

Dijelaskan, upaya pemulihan ekonomi menjadi penting untuk dilakukan pasca ketidakstabilan ekonomi global gara-gara pandemi Covid-19.

“Pendalaman isu mengenai langkah-langkah yang perlu untuk diambil serta tantangan dan hambatan seperti apa saja yang akan dihadapi dalam mengelola dampak sosial dan langkah-langkah ekonomi dan untuk pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif,” jelasnya.

Oleh karena itu, Noor berharap, hasil diskusi The 6th ICONZ dapat menjadi rekomendasi yang mampu diterapkan dalam manajemen Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) agar pengumpulan, pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat sehingga dapat membangun ketahanan masyarakat khususnya mustahik di tengah pandemi dan juga membuka peluang kesejahteraan bagi mustahik.

“Usaha-usaha yang kita lakukan untuk membuat kekuatan ekonomi dari zakat tentu harus kita kembangkan terus menerus. Saya berharap melalui konferensi ini bisa menghasilkan bagaimana kita bisa mengelaborasi dan memperkuat bagaimana zakat di Indonesia lebih kuat lagi,” paparnya.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan, zakat telah berperan dalam pembangunan, praktik zakat telah secara nyata menjadi bagian dari sistem sosial menjadi pelengkap langkah pembangunan nasional.

“Kita perlu mendiskusikan bagaimana tata kelola zakat ini. Sinergi dan kerja sama menjadi sebuah keniscayaan guna mendukung optimalisasi pengelolaan zakat. Di sinilah urgensi kerja sama perlu kita kembangkan baik di level nasional maupun internasional,” jelasnya.

Dia berharap, ICONZ 2022 semakin meneguhkan visi dakwah yang sejalan dengan visi pemerintah.

“Kesatuan akan semakin meneguhkan langkah kita dalam dakwah dan pembangunan. Oleh karena itu kita harus terus bekerja sama dan bersinergi.”

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen juga turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya The 6th ICONZ 2022.

Di Jateng, Untuk mengoptimalkan pendapatan zakat, Pemprov Jateng telah memberlakukan kebijakan pengumpulan zakat dari para Aparatur Sipil Negara (ASN). Atas keberhasilan pengumpulan zakat dari kalangan ASN, Baznas Nasional mengapresiasi Baznas Jateng yang telah menjadi role model bagi daerah-daerah lain.

“Terimakasih kepada Pak Gubernur Jateng yang menginisiasi mengajak ASN untuk menyadari bahwa semua berkewajiban mengeluarkan zakat. Alhamdulillah sekarang sudah menjadi model bagi wilayah-wilayah lain. Saya berharap menjadi kebijakan pemerintah pusat, presiden atau wakil presiden untuk memutuskan setiap ASN diwajibkan mengeluarkan zakat,” harapnya.

The 6th ICONZ turut mengundang para menteri, akademisi dan peneliti terkemuka di Indonesia. Selain itu terdapat sesi yang menghadirkan regulator dan praktisi di bidang pengelolaan zakat, baik berasal dari regulator, operator dan Lembaga Pengelola Zakat baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri. (*)

Ajie MH.