in

Ini Alasan Banyak Calon Haji Reguler Beralih ke Haji Khusus

SEMARANG (jatengtoday.com) – Masa Tunggu Haji Reguler di Indonesia Berdasarkan Data Kemenag Pemerintah telah melakukan estimasi masa tunggu pelaksanaan haji reguler di Indonesia untuk setiap provinsi, kabupaten, dan kota. Hasil estimasi ini menunjukkan periode masa tunggu yang berkisar antara 12 hingga 48 tahun.

Periode masa tunggu pelaksanaan haji ini ditentukan berdasarkan wilayah tempat pendaftaran calon haji. Terdapat 24 provinsi yang dihitung menggunakan kuota provinsi, sementara 128 kota/kabupaten menggunakan kuota kota/kabupaten.

Menurut estimasi Kementerian Agama saat ini, wilayah dengan periode waktu tunggu paling singkat untuk pelaksanaan haji adalah Kabupaten Maluku Barat Daya, dengan durasi 12 tahun.

Sebaliknya, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, memiliki periode waktu tunggu terpanjang, yakni 48 tahun. Untuk Wilayah lainnya DKI Jakarta antrian 29 Tahun, Jawa Tengah antrian 33 Tahun, Jawa Timur 35 Tahun, D.I Yogyakarta 34 Tahun, Jawa Barat 20-30 Tahun.

Jika Anda warga jakarta, daftar haji reguler tahun 2024 ini, maka anda diestimasikan berangkat 2053 nanti, begitu seterusnya sesuai kuota daerah masing-masing.

Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Amri Yusuf, mencatat bahwa sejumlah calon jamaah haji reguler memilih untuk menarik dana haji mereka dengan tujuan untuk pindah ke program haji khusus/ONH Plus.

“Ia menjelaskan bahwa keputusan ini diambil karena masa tunggu untuk haji khusus hanya sekitar 5-7 tahun, yang jauh lebih singkat dibandingkan dengan masa tunggu haji reguler yang mencapai 48 tahun,” ucapnya belum lama ini.

Amri Yusuf, yang juga merupakan anggota BPKH, mengungkapkan, banyak calon jamaah haji reguler yang memiliki dana lebih atau ekonomi yang memadai, mereka memilih untuk mengundurkan diri dari haji reguler dan beralih ke haji khusus.

Kuota Haji Plus 2024 Hampir 20ribu Jemaah

Haji plus adalah jenis haji khusus yang diselenggarakan oleh biro perjalanan resmi dengan menggunakan kuota nasional. Masa tunggu keberangkatannya antara 5 hingga 7 tahun.

Durasi pelaksanaan ibadah di Tanah Suci untuk haji khusus juga lebih singkat dibandingkan haji reguler, yakni sekitar 19-26 hari dibandingkan dengan 40 hari Haji Reguler.

Kabar baiknya lagi, pada musim haji 1445 H/2024 M, Indonesia mengumumkan penambahan kuota jamaah haji sebanyak 20 ribu orang, menjadikan total kuota haji untuk tahun 2024 sebanyak 241.000 jamaah, meningkat dari sebelumnya yang mencapai 221.000 jamaah pada 2023.

Tahun 2024 ini, Penambahan 20.000 kuota jemaah haji tersebut berpengaruh pada kuota haji reguler maupun haji plus. Jumlah jamaah haji reguler yang semula 203.320 orang meningkat menjadi 221.720 orang, sementara jamaah haji khusus yang semula 17.680 orang bertambah menjadi 19.280 orang.

Tahun berikutnya, mungkin akan ada tambahan kuota lagi yang lebih banyak, dan itu menjadi harapan untuk kita semua.

Direktur Almira Travel, Ayi Anwar Musadad menjelaskan, haji plus memberikan alternatif bagi calon jemaah yang ingin segera menjalani ibadah haji. Periode menunggu haji plus relatif lebih singkat dibandingkan dengan haji reguler, dengan tambahan pilihan fasilitas yang lebih melimpah.

Keunggulan Haji Plus Dibanding Haji Reguler. Apabila dibandingkan dengan haji reguler, haji plus memiliki sejumlah kelebihan.

“Seperti keberabgkatab haji lebih cepat. Haji plus menawarkan proses berangkat yang lebih cepat daripada haji reguler. Untuk masa tunggu haji reguler yakni mulai 11-48 tahun. Sedangkan haji plus yakni dengan masa tunggu 5-7 tahun,” paparnya.

Selain itu, haji plus juga menawarkan hotel dekat dengan pelataran Masjidil Haram. Lokasi penginapan ONH Plus umumnya dekat dengan pelataran, bahkan hanya beberapa langkah dari pintu masuk Masjidil Haram, sedangkan haji reguler cenderung berlokasi 3-5 km dari Masjidil Haram.

Hotel-hotel yang disediakan dalam paket Haji ONH Plus menawarkan fasilitas yang lebih banyak dan berbintang 5, meningkatkan kenyamanan jemaah.

Akomodasi dan konsumsi haji plus ditanggung penyelenggara. Haji ONH Plus mencakup biaya akomodasi dan konsumsi jemaah, berbeda dengan haji reguler di mana konsumsi menjadi tanggung jawab pribadi jemaah.

Bimbingan haji lebih intensif dan eksklusif. Jemaah haji plus mendapatkan bimbingan haji yang lebih intensif dan eksklusif, memberikan pendampingan yang lebih personal selama menjalani ibadah haji.

Cara Memilih Travel Haji Plus yang Amanah

Adanya layanan travel haji mempermudah umat muslim dalam menjalankan kewajiban ibadah haji. Namun, disayangkan, seringkali terdapat kasus penipuan yang dilakukan oleh pihak yang mengaku sebagai penyelenggara biro travel, mengakibatkan dana calon jamaah disalahgunakan.

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda perhatikan dalam memilih paket haji plus.

1. Terdaftar di Kementrian Agama.

2. Pastikan Alamat Travel Tidak Fiktif.

3. Mempunyai Reputasi Baik.

4. Mempunyai Jadwal Keberangkatan yang Jelas.

5. Jangan Tergiur Harga Murah.

6. Perhatikan Fasilitas dan Metode Pembayaran yang Ditawarkan.

Biro perjalanan yang telah memenuhi semua keenam poin yang disebutkan di atas dan juga amanah yakni Almira Travel. Dengan terdaftar resmi di Kementerian Agama, memberikan jaminan keamanan kepada calon jemaah haji.

Almira Travel juga bukanlah biro perjalanan haji yang fiktif, alamat fisik yang nyata menegaskan keterbukaan dan keberlangsungan operasional. Reputasi baik yang dimiliki Almira Travel merupakan cerminan dari layanan terpercaya yang telah diberikan kepada calon jemaah haji yang sudah mendaftar sebelumnya.

Jadwal keberangkatan yang jelas menjadi bukti keseriusan dalam memberikan kepastian bagi calon jamaah. Almira Travel juga fokus pada penawaran yang berkualitas dan transparan.

“Selain itu, perhatian terhadap fasilitas dan metode pembayaran menunjukkan komitmen untuk memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman,” ucapnya.

Dengan kelebihan yang mencakup semua aspek tersebut, dapat dijamin bahwa memilih untuk mendaftar Haji Plus di Almira Travel adalah keputusan yang tepat dan dapat dipercaya.

Tim Pembimbing Haji di Almira Travel telah memperoleh sertifikasi resmi, menegaskan kompetensi dan keahlian mereka dalam memberikan bimbingan haji plus. (*)

Ajie MH.