in

Gelar Lomba Foto, PDI Perjuangan Jateng Bakal Bukukan 200 Karya Terbaik

SEMARANG (jatengtoday.com) – DPD PDI Perjuangan Jateng menggelar berbagai lomba untuk menyemarakkan HUT ke-48 partai berlambang banteng moncong putih tersebut. Diantaranya Lomba Foto Esai Marhaen dan Lomba Foto Bangunan Cagar Budaya.

Lomba dibuka pada 20 Maret 2021 dan bakal ditutup pada 20 April 2021. Peserta lomba berusia 14 sampai 35 tahun. Hadiahnya cukup menggiurkan.

Foto Esai Marhaen adalah foto aktivitas manusia yang memiliki produksi kecil, tidak memiliki karyawan, dan tidak bekerja untuk orang lain. Seperti foto aktivitas petani, nelayan, pelaku UMKM, dll.

Nantinya, peserta lomba dapat mengirimkan 3-5 foto yang merupakan satu rangkaian cerita.

Sedangkan bangunan cagar budaya adalah bangunan di Jateng yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya, baik tingkat nasional, provinsi atau kabupaten kota.

Peserta boleh mengunggah maksimal sebanyak 3 foto disertai narasi.

Ketua Panitia HUT ke 48 PDI Perjuangan Jateng Agustina Wilujeng menjelaskan, nantinya 200 foto terbaik akan dikompilasi dalam bentuk buku.

“Nanti akan kami cetak supaya lebih banyak yang menikmati. Kami akan usahakan supaya lolos penerbit yang komersil,” ungkapnya dalam FGD Lomba Foto Esai Marhaen dan Lomba Foto Bangunan Cagar Budaya di kafe Warga Lokal, Semarang, Jumat (2/4/2021).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Kebudayaan Nasional DPD PDI Perjuangan Jateng Danang Priatmodjo melihat, perjalanan lomba foto sampai saat ini sudah berjalan baik.

“Mudah-mudahan ke depan kami bisa secara rutin menyelenggarakan lomba serupa,” harapnya.

FGD menghadirkan narasumber juri lomba foto. Yaitu pengajar dan jurnalis foto Chandra AN, fotografer profesional Bambang RSD, praktisi komunikasi visual Ricky Fitriyanto, dan fotografer muda Andreas Rocky. Selain itu, hadir Sekretaris Panitia HUT ke 48 PDI Perjuangan Jateng Sumanto, dan sejumlah pembimbing lomba.

Chandra AN mengatakan, dalam perjalanan perjuangan rakyat Indonesia, fotografi dan karya jurnalistik menjadi alat perjuangan.

“Foto dan karya jurnalistik tak bisa dipisahkan sebagai media komunikasi yang berpengaruh dalam membentuk opini dan persepsi,” ungkapnya. Karena itu dia berharap para peserta mengirimkan karya foto yang tak hanya indah secara visual. Namun juga mengandung pesan yang kuat. (*)

 

editor: ricky fitriyanto 

 

Baihaqi Annizar