in

Gelar Bazar Pangan, Ganjar: Diversifikasinya Kelihatan, Produknya Bagus-bagus

Selain sayur-sayuran, beberapa hasil tani lain yang dipamerkan yaitu buah-buahan mulai alpukat, salak, pisang hingga durian.

Bazar Tarubudaya “Petani Merdeka” di Komplek Tarubudaya, Bandarjo, Ungaran Barat, Jumat (19/8/2022). (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo tak dapat menyembunyikan rasa bangga melihat puluhan petani dari berbagai kelompok memamerkan hasil produknya. Tak hanya petani, ada juga peternak dan pengusaha UMKM.

Mereka memamerkan produk hasil tani hingga budidayanya dalam acara Bazar Tarubudaya “Petani Merdeka” di Komplek Tarubudaya, Bandarjo, Ungaran Barat, Jumat (19/8/2022).

Ada 30 stan bazar melibatkan instansi lingkup pertanian, ketahanan pangan, peternakan, perikanan, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pertanian, hingga distributor pangan.

“Produk mereka menarik, tadi ada sayur segar yang diekspor ke Singapur, ini menurut saya bagus,” ujar Ganjar.

Sayur segar itu merupakan hasil dari petani di kaki Gunung Merbabu. Ganjar pun mengapresiasi pengemasan sayuran yang sudah sangat baik. Ekspornya bahkan seminggu dua kali.

Selain sayur-sayuran, beberapa hasil tani lain yang dipamerkan yaitu buah-buahan mulai alpukat, salak, pisang hingga durian.

Tak hanya itu, ada juga hasil olahan seperti gethuk, tepung garut, madu, hingga kopi-kopian.

“Maka di sini kelihatan beberapa diversifikasinya bisa kita lakukan. Karya-karya pertanian yang digelar hari ini kita harapkan bisa menyelesaikan persoalan-persoalan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Bazar Tarubudaya ini rutin digelar setiap Jumat peman ke tiga tiap bulannya di Kompleks Tarubudaya, Kabupaten Semarang.

Ganjar berharap, masyarakat bisa terbantu memperoleh bahan pangan atau komoditas dengan harga murah.

“Gerakan ini kita lakukan sekaligus menjadi tempat pamer para petani dan produsen, tiap jumat minggu ke tiga sehingga mereka akan berbondong-bondong memamerkan karyanya semua, bagus ini,” tandasnya.

Selain bazar, pada acara itu Ganjar juga menyerahkan secara simbolis bantuan kepada kurang lebih 22 orang petani dan kelompok tani. Bantuan diberikan mulai Kredit Usaha Rakyat, sertifikat registrasi lahan porang hingga bantuan peralatan pengolahan susu.

Sebagai informasi, saat ini Jawa Tengah mempunyai kekuatan pangan alternatif dengan produksi Jagung 3,5 juta ton pertahun, singkong 3 juta ton, Ubi jalar 140 ribu ton.

Tak hanya itu, pertanian sorgum juga digenjot produktivitasnya mencapai 9 ton per hektare. Serta menggenjot porang di 4.000 ha lahan yang tersebar di seluruh kabupaten kota di Jateng. (*)

Ajie MH.