in

Ganjar Pranowo Dilarang Pergi ke Luar Jateng oleh PDIP, Begini Tanggapannya

Ganjar mengatakan, aturan tersebut harus dihormati.

Ganjar Pranowo foto bareng kader yang mengikuti Sekolah Partai PDIP Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (16/6/2022). (istimewa)

BOGOR (jatengtoday.com) – Ganjar Pranowo menanggapi isu dirinya dilarang ke luar Provinsi Jateng oleh partainya, PDIP.

Gubernur Jateng itu menyebut isu pelarangan ke luar daerah tidak benar, melainkan wajib berkoordinasi.

Hal itu disampaikan Ganjar saat menghadiri Perayaan Hari Anak Nasional 2022 di Kawasan Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/7). Ditemui usai acara, Ganjar tegas mengatakan tidak ada pelarangan dari partainya

“Nggak, nggak dilarang,” ujar gubernur dua periode itu.

Acara tersebut juga dihadiri Presiden Joko Widodo, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wali Kota Bogor Bima Arya. Ganjar menjelaskan, kebijakan dari partainya itu bukan larangan.

“Untuk berkoordinasi saja. Karena pasti saya akan ditugaskan untuk konsentrasi mengurus Jawa Tengah,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, aturan tersebut harus dihormati. Dia juga sepakat harus ada koordinasi antar pengurus partai di daerah.

Politisi PDIP ini kembali menegaskan, tidak ada pelarangan pada kader.

“Tentu kita harus menghormati aturan itu dan saya kira betul, tapi kalau dilarang enggak kok,” tuturnya.

Mantan anggota DPR RI itu mengatakan bahwa dirinya selalu ijin. Terutama ketika dirinya harus keluar kota.

“Biasanya kalau saya pergi saya ijin, nggakpapa,” tandasnya.

Sebelumnya, muncul kabar PDIP melarang Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ke luar kota.

Sekjen PDI Pernuangan Hasto Kristiyanto pun telah mengklarifikasinya.

“PDI Perjuangan mendorong setiap kader, baik yang di struktur partai, legislatif partai, maupun eksekutif partai, untuk bergerak ke bawah, memperkuat wilayah kerja politiknya dengan membantu rakyat dan mengejar prestasi hingga menciptakan legacy,” ujarnya.

Hasto menjelaskan, sejak 2010, telah dibuat kebijakan pentingnya kerja sama horizontal dan vertikal antarkader partai.

Kerja sama yang dimaksud yakni setiap kader belajar tentang keberhasilan satu sama lain. (*)

Ajie MH.