in

Fraksi PKB Usulkan Esemka jadi Mobil Dinas Pemkot Semarang

SEMARANG (jatengtoday.com) – Proyek mobil Esemka sempat terkatung-katung. Pertama kali muncul sejak 2007 yang meroketkan nama Joko Widodo (Jokowi) hingga membawanya menuju ke istana negara menjadi orang nomor satu di Indonesia.

Pasca diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, Jumat (6/9/2019) di Boyolali, mobil yang digadang-gadang sebagai mobil nasional (Mobnas) dipromosikan sebagai mobil operasional di sejumlah pemerintah daerah. Salah satunya di Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Jumat (31/1/2020) lalu, Wali Kota Semarang mengumumkan pemakaian dua mobil Esemka untuk kendaraan operasional. Yakni sebagai mobil pengangkut sarana di Badan Layanan Umum (BLU) Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

“Kami mendukung kebijakan Pemkot Semarang membeli mobil Esemka untuk kendaraan operasional pemerintah. Lebih hebat lagi kalau Wali Kota memakai mobil dinas Esemka. Pasti akan ditiru daerah lain,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD.Kota Semarang, Sodri, Selasa (4/2/2020).

Bahkan dia mengusulkan agar mobil Esemka tersebut digunakan sebagai kendaraan dinas di Pemkot Semarang. “Kebijakan Pemkot Semarang tersebut sangat bagus, sebagai bentuk dukungan kepada karya anak bangsa dan mendorong kemandirian industri mobil nasional. Itu bentuk dukungan kepada karya anak bangsa,” ujarnya.

Menurut Sodri, Pemkot Semarang memiliki anggaran pembelian mobil operasional dengan jumlah besar. “Jika demikian, mestinya belanja mobil itu diarahkan untuk membeli mobil Esemka. Anggaran belanja mobil di Pemkot Semarang cukup besar. Kami mendorong pembelian Esemka untuk kendaraan dinas,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, pemerintah harus mendidik warga negara agar mendukung dan bangga memakai mobil Esemka. Maka dari itu, pemerintah harus memberi teladan. “Di antaranya mengganti mobil-mobil dinas dengan mobil Esemka. Pemerintah sudah semestinya mengampanyekan kebanggaan memakai produk Esemka. Kalau bukan kita, siapa lagi?,” cetusnya.

Dengan cara begitu, masih kata Sodri, lambat laut masyarakat juga ikut mencintai produk bangsa sendiri. “Tidak seperti sekarang, kita terjajah karena semuanya dikuasai mobil impor,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan mobil Esemka menjadi bagian dari kendaraan dinas Pemkot Semarang yang peruntukkannya sebagai mobil sarana prasarana BRT Trans Semarang.

Mobil Esemka sendiri diproduksi di Pabrik Esemka yang berada di lahan seluas 11,5 hektare, tepatnya di Desa Demangan Kecamatan Kosambi, Boyolali. Di lokasi tersebut memiliki ruang perakitan kendaraan dan mesin, ruang pamer, pengecatan, ruang uji mesin, ruang uji kendaraan, dan ruang inspeksi yang menggunakan bangunan seluas 1,25 hektare.

Sebelum ada mobil Esemka, di Indonesia telah mengenal pendahulunya, yakni Mobnas Maleo dan Timor. Maleo digagas oleh B.J. Habibie pada 1993, ketika menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi. Sedangkan Mobnas Timor dicetuskan oleh anggota keluarga Cendana, Tommy Soeharto. Sayangnya, seiiring berjalannya waktu, kedua Mobnas ini terbengkalai. (*)

 

editor: ricky fitriyanto