in

DPRD Jateng Tak Setuju Kenaikan Tarif Tol Semarang-Solo

SEMARANG (jatengtoday.com) – Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengkritisi rencana kenaikan tarif tol Semarang-Solo pada 27 Juni 2021 mendatang.

Politisi PKS ini menilai, kenaikan tarif tol justru menambah beban masyarakat di tengah pandemi.

“Ikut prihatin akan matinya hati nurani pengelola Tol Semarang-Solo, di tengah pandemi yang sedang naik, ekonomi terpuruk, malah mengambil kebijakan menaikkan beban rakyat dengan menaikkan tarif tol, batalkan sampai kondisi lebih baik,” tegasnya, Sabtu (26/6/2021).

Rencana Kenaikan itu mulai dari jarak terdekat Rp 1.000 hingga Rp 10.000 untuk terjauh. Akibatnya, kenaikan tarif tersebut juga membuat tarif perjalanan via Tol Trans Jawa (Jakarta- Surabaya) naik.

Tarif golongan I (sedan, jip, pikap, minibus, dan bus) misalnya, untuk perjalanan terjauh dari gerbang tol (GT) Banyumanik menuju GT Surakarta atau sebaliknya, semula Rp 65.000 menjadi Rp 75.000.

Hadi menilai keluarnya Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Nomor: 752/KPTS/ M/2021 tentang Penyesuaian Tarif Tol pada Jalan Tol Semarang-Solo tertanggal 9 Juni 2021 ini tidak memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat.

“Pasti hal ini akan menambah pengeluaran masyarakat terutama biaya mobilisasi yang akan berimplikasi pada kenaikan harga bahan pokok dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya kenaikan tarif tol ini tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah hari ini yang berupaya menekan beban masyarakat.

“Subsidi digelontor di satu sisi, tapi beban transportasi dinaikkan, ini menunjukkan ketidakkonstistenan pemerintah,” lanjutnya.

Hadi berharap pemerintah membatalkan kenaikan tarif tol ini sampai ekonomi masyarakat memungkinkan. (*)

editor : tri wuryono

Ajie MH.