in

Didapuk Jadi Sekolah Berbudaya, SMPN Pecalungan Gencarkan Latihan Menari Bersama

BATANG (jatengtoday.com) – Ratusan siswa SMPN 1 Pecalungan, berlatih menari bersama. Latihan yang digelar di kompleks sekolah ini, menghadirkan langsung maestro tari, Yoyok Bambang Priyambodo.

Kepala SMPN 1 Pecalungan, Bambang Santoso, mengungkapkan harapannya agar sekolah yang didapuk menjadi sekolah budaya ini mampu terus menjaga semangat tradisi, khususnya yang ada di Kabupaten Batang.

“Sejak 2021 kami menjadi sekolah berkeunggulan budaya. Itu harus kami jaga, kami rawat, dan maksimalkan. Di setiap waktu, kami apresiasi warga sekolah yang mampu membuat karya, salah satunya, Tari Sri Gombong pada tahun 2022,” kata Bambang, Rabu (14/1/2026).

Dalam kesempatan ini, kata Bambang, pihak sekolah ingin menambah kapasitas para siswa melalui kegiatan berlatih tari. Menurutnya, potensi yang sudah dipupuk bersama-sama ini perlu terus dikembangkan.

Oleh karena itu, pihaknya mengundang Yoyok Priyambodo untuk melatih dan mengapresiasi semangat para siswa dengan mengajarkan ilmunya. Bahkan, untuk mewujudkannya, pihak sekolah berupaya menyelenggarakan kegiatan tersebut secara mandiri.

“Kami komitmen apresiasi ke warga sekolah, kami fasilitasi, kami dukung menjadi karya bermakna. Meski belum sempurna, dan dapat banyak masukan dari Prof. Yoyok. Sekecil apapun itu kami lakukan agar bisa memantik semangat di Batang,” imbuhnya.

Sependapat dengan Bambang, kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Sutriyono, mengatakan budaya merupakan jatidiri sebuah bangsa. Menurutnya, salah satu perbedaan suatu bangsa adalah kebudayaan yang terkandung di dalamnya.

Lebih jauh, Sutriyono menyampaikan apresiasi terhadap SMPN 1 Pecalungan yang mau terus merawat kesenian sebagai bagian dari budaya. Menurutnya, meskipun dengan keterbatasan anggaran, para siswa tetap dilatih dengan mendatangkan penari kompeten.

“Kami berterima kasih, meskipun kami belum bisa maksimal. Terima kasih kepada SMPN 1 Pecalungan,” katanya.

Menambahkan, Yoyok Priyambodo merasa sangat bangga sampai sekarang masih banyak sekolah yang terus memfasilitasi siswanya menari. Baginya, ini merupakan benteng penjaga budaya yang perlu terus dirawat.

“Saya apresiasi sekali. Saya cukup memahami bagaimana mempertahankan para siswa agar mau berlatih tari di tengah arus zaman sekarang ini, dan itu tidak mudah,” katanya.

Yoyok menilai, semangat yang sudah terpupuk ini, perlu terus dikembangkan. Selain itu, lanjutnya, kreativitas para siswa juga dapat disalurkan ke dalam satu wadah yang bisa melengkapi kekayaan Budaya di Kecamatan Pecalungan pada khususnya.

“Bisa terus dilatih sampai mampu menjadi bagian dari atraksi budaya di Kecamatan Pecalungan,”imbuhnya.

Selama kegiatan, Yoyok juga dibantu oleh penari Diar Alya, Mailida, dan Karomatul Nariyah. Sementara untuk melatih pengrawit, Yoyok juga dibantu oleh Bapak Sasongko, dan Agus Efendi. (*)