in

Demi Persiapan Haji, Jajaran Kemenag Dilarang Cuti Mudik

Untuk penyelenggaraan haji tahun ini, Indonesia mendapat jatah kuota sebanyak 100.051 orang.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memimpin rapat persiapan penyelenggaraan Haji 2022, Rabu (20/4/2022). (foto: dokumentasi kemenag)

JAKARTA (jatengtoday.com) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menginstruksikan jajarannya di Kementerian Agama agar tidak cuti mudik untuk mempersiapkan pemberangkatan jemaah haji 1443 Hijriah/2022 Masehi.

“Persiapan teknis kami sedang dan terus lakukan. Jadi saya instruksikan jajaran agar tak cuti mudik. Harus standby mempersiapkan persiapan keberangkatan haji,” ujar Menag di Kantor PBNU di Jakarta, Kamis (21/4/2022).

Yaqut mengatakan saat ini persiapan ibadah haji, baik di dalam negeri maupun Saudi, terus dimatangkan. Sejumlah persiapan itu, di antaranya timeline penyelenggaraan ibadah haji yang meliputi persiapan transportasi, persiapan petugas, persiapan visa, persiapan pembinaan manasik, persiapan asuransi, persiapan layanan akomodasi di Arab Saudi serta persiapan vaksinasi jemaah haji.

Baca Juga: Kuota Haji RI 100.051 Jemaah, Kloter Pertama Berangkat 4 Juni 2022

Untuk penyelenggaraan haji tahun ini, Indonesia mendapat jatah kuota sebanyak 100.051 orang. Jumlah itu setengah dari kuota normal. Kendati mesti dipangkas, Yaqut mengaku bersyukur karena Indonesia dapat kembali memberangkatkan jemaah haji, setelah dua tahun tertunda.

“Itu konsekuensi, kita lakukan cut off. Kami kurangi jemaah yang di masa normal itu 221 ribu. Sekarang kita dapat 50 persen dari itu,” kata dia.

Menurutnya, calon jemaah haji yang akan berangkat pada haji tahun ini adalah mereka yang masuk dalam daftar antrean keberangkatan 2020 dan 2021 yang jumlahnya mencapai 221 ribu orang.

“Karena itu daftar antrean di 2020 dan 2021 itu kami prioritaskan terlebih dulu dan pengurangan sesuai jumlah kuota,” kata dia.

Baca Juga: Kemenag Gencarkan Sosialisasi Batas Usia Berhaji

Nantinya, nama-nama yang akan berangkat berdasarkan nomor urut calon jemaah. Namun Kemenag akan mengecek usia dan kesehatan para calon jemaah apakah memenuhi kriteria untuk diberangkatkan atau tidak.

“Kan itu ada nomor urut antrean. Itu ada 1 sampai 221 ribu. Karena kita dapat kuota separuhnya, ya, kita ambil di separuhnya. Tentu dari antrean 1 sampai sampai 100 ribu ini ada beberapa hal mereka enggak bisa berangkat. Misal Saudi membatasi usia 65. Nanti diganti yang 65 itu,” kata dia. (ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.