in

City Quest, Metaverse NFT dari Pengembang Blockchain Asli Indonesia

Cerdasnya pengembang Indonesia ini. Bikin metaverse NFT, game dengan real map dan real gps. Bisa untuk sistem pilkada.

CITY QUEST. Metaverse NFT buatan Naeswari, developer asli Indonesia.

Keberadaan NFT (Non Fungible Token) dengan beragam bentuknya berupa gambar visual, teks, suara, maupun karakter animasi dalam game metaverse, kini jadi salah satu jenis aset crypto yang sangat berharga. Punya NFT berarti punya identitas dan diakui keberadaannya dalam suatu komunitas, dengan menjadi holder koleksi tertentu.

Namun jika melihat utilitasnya, perkembangan NFT yang merupakan produk dari teknologi blockchain saat ini masih pada tahap sangat awal. Beragam fungsinya masih mungkin dieksplorasi agar semakin bermanfaat dalam memecahkan berbagai persoalan dunia nyata.

Menciptakan inovasi teknologi NFT menjadi salah satu fokus riset utama dari Salmonation bersama partnernya Naeswari Team. Public blockchain layer 1 sebagai produk utama developer asal Indonesia tersebut kini telah mendukung penciptaan NFT di atas jaringannya, yaitu SRC-720 dan SRC-721.

Salmon, CEO Salmonation, menjelaskan, NFT memiliki kode unik atau hash sehingga setiap token dijamin unik dan mustahil dipalsukan. Karakteristik itu menjadikan NFT sebagai solusi otentikasi identitas, kunci akses untuk transaksi, deposit box dan hal-hal yang berkaitan dengan sandi keamanan.

Ia fokuskan riset timnya pada NFT dengan melihat teknologi NFT fungsinya bisa meluas dan scalable dari sudut pandang bisnis. Utilitas NFT akan semakin relevan dengan bisnis konvensional, terutama pada aktivitas lain yang butuh otentikasi keamanan.

Beberapa model penggunaan NFT antara lain sebagai wakil transaksi unik dalam jumlah tertentu. Ataupun memberikan report, profiling atau penggunaan sekali-pakai, sampai hingga sistem voting pada pilkada.

“Salah satu yang kita kembangkan nantinya NFT dapat digunakan pada saat orang menggunakan hak pilih. Nantinya dapat disiapkan total maksimal suplai dengan acuan data kependudukan. Pada saat pemilihan, bagi kandidat yang tidak terpilih supply NFT akan di”burn”. Sedangkan suara kandidat terpilih akan masuk sebuah pool yang tercatat pada blockchain,” jelasnya

Salmon juga ajak para developer di Indonesia untuk mulai lirik bidang ini, karena melihat banyak keunikan dan kompleksitas budaya yang belum tersentuh teknologi NFT. Selain itu, bagi pemangku kebijakan untuk dapat mengeluarkan berbagai rumusan regulasinya.

“Tujuan kita dengan mengembangkan teknologi NFT adalah membantu aktivitas perekonomian. Penerapan dan skalabilitas blockchain melalui NFT akan sangat terasa. Karena sifatnya yang mudah, cepat, transparan, dan sangat akuntabel dalam penyimpanan data dan lainnya,” kata dia.

city quest
CITY QUEST. Platform metaverse-NFT, aplikasi karya Naeswari. Developer blockchain asli Indonesia ini akan segera launching. (Credit: Quest City)

City Quest Project Pertama Ekosistem Salmonchain

Nama project ini, “City Quest”. Dengan kesiapan Salmonchain yang akan melakukan peluncuran mainnet dalam waktu dekat, banyak project yang pakai NFT nantinya juga akan diluncurkan di jaringan SRC-721.

Sebuah platform bertitle “City Quest” yang dikembangkan oleh Naeswari, menjadi yang pertama. Platform tersebut akan menggunakan NFT di jaringan SRC-721.

Saat diluncurkan nanti, City Quest bukan sekedar “game play to earn” seperti yang sudah ada. Namun juga mengadopsi teknologi metaverse dengan menggunakan real map yang terintegrasi dengan teknologi GPS. Sehingga akan banyak aktivitas yang dapat diimplementasikan dan terhubung dengan aktivitas nyata.

Banyak skenario quest layaknya pekerjaan di dunia nyata pun tengah disiapkan oleh tim developer. Sehingga saat terintegrasi sepenuhnya, akan membuka banyak lapangan pekerjaan dan peluang usaha bagi para pengguna.

Bagaimana mengatasi transaksi dan permodalan? City Quest sudah siapkan ini.

“City Quest menyelesaikan masalah transaksi dan permodalan. Salah satunya dengan produk NFT, yang menjembatani semua platform yang berintegrasi dengan City Quest dan di jaringan SRC,” kata Salmon.

CEO City Quest Project, Rhonald Bastian, memaparkan, software besutan timnya merupakan perangkat lunak virtual multiplatform berteknologi blockchain yang menghadirkan pengalaman dunia nyata secara real time. Aplikasi yang dibangun oleh tim pengembang Naeswari, dirancang menjadi solusi adopsi blockchain ramah pengguna, dan bervisi menjadi aplikasi super nomor satu dunia di kelasnya.

“Sebagai platform dengan model interaksi yang menyenangkan, aplikasi ini akan memberikan kemudahan bagi para penggunanya untuk merasakan manfaat kehadiran teknologi blockchain dalam berbagai sisi kehidupan. Sedangkan bagi para pelaku bisnis, City Quest dapat digunakan sebagai sarana praktis meningkatkan performa usaha mereka,” kata Rhonald.

Dia melanjutkan, City Quest menjadi project pertama yang berdiri di atas jaringan utama Salmonchain. Sebagai sebuah ekosistem besar, peranan platform ini akan menjadi gerbang dari semua ekosistem Salmonation.

“Beberapa project dalam ekosistem Salmonchain Network akan terintegrasi dengan City Quest. Project-project tersebut lahir melalui kerjasama strategis oleh developer yang mahir di bidangnya, diantaranya FunDex, Bakoel NFT, Hyu Tourism, Marlin Booking, dan Smart Way. Seiring berjalan waktu, tak menutup kemungkinan banyak bertambah lagi project ekosistem dengan model bisnis yang bervariasi.”

Salah satu fitur andalan City Quest adalah berbagai misi atau quest yang menarik dan adaptif sesuai kebutuhan, serta terintegrasi dengan real map dan teknologi GPS secara real time.

Terintegrasi dengan dunia nyata, membuat City Quest relevan sebagai sarana yang bermanfaat sebagai penggerak aktivitas ekonomi maupun sosial campaign yang melibatkan khalayak secara tak terbatas.

Dengan teknologi yang disematkan tersebut, City Quest merupakan aplikasi yang menguntungkan bagi para pencari peluang penghasilan tambahan, maupun pelaku bisnis di manapun berada dalam jangkauan kedua pihak.

Quest yang tersedia memungkinkan pengguna mengisi pundi-pundi mereka dengan token $HYU yang berharga tanpa mengeluarkan modal sepeserpun. Yaitu, dengan cara menyelesaikan quest yang bervariasi sesuai dengan skill mereka di dunia nyata. Sementara di saat yang sama, pengguna biasa juga dapat memberikan tugas pada pengguna lainnya, yang berlaku pula bagi pelaku bisnis.

“Bagi pemilik usaha, mereka bisa membuat quest untuk dikerjakan pengguna aplikasi di jangkauan lokasi yang ditentukan. Pengguna yang berhasil menyelesaikan quest, akan mendapatkan reward secara otomatis dari dana sponsorship yang terlebih dahulu dikonversikan ke $HYU Token,” katanya.

Seiring pengembangan dan kompleksitas unlimited, kategori quest yang akan dihadirkan City Quest bisa sangat beragam, seperti: Exhibition Quest, Delivery Quest, Staycation Quest, Reading Quest, Shopping Quest dan banyak lainnya.

Fitur utama lainnya dari City Quest juga akan mengintegrasi Non Fungible Token (NFT) marketplace, yaitu Bakoel NFT yang ditransaksikan dengan $HYU token. Para kreator NFT dapat menjual karya mereka dalam platform city quest. Sementara beberapa kategori NFT tertentu juga bisa berfungsi menjadi item dalam platform, dengan benefitnya masing-masing.

“Pada prinsipnya, dengan hadirnya City Quest di ranah blockchain dengan adopsinya yang masih di tahap awal, kami berharap platform ini menjadi sarana yang membantu banyak orang mencari dan mendapatkan pekerjaan. Di sisi lain, membantu masyarakat, komunitas maupun institusi yang mencari tenaga maupun keahlian sesuai kebutuhan mereka,” pungkasnya. [dm]

 

Redaksi Jateng Today