in

Makin Canggih, CCTV yang Dikawinkan Alat Keamanan Lain Bikin Penjahat Tak Berkutik

Project Solution Engineer Hikvison, Defis Alfrado ketika menjelaskan cara kerja kecanggihan teknologi CCTV yang diintegrasikan dengan alat keamanan lain. (ajie mahendra/jatengtoday.com)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Perkembangan teknologi di bidang keamanan semakin canggih. Seperti perkawinan CCTV dengan peranti keamanan lain, bisa membuat penjahat tak berkutik.

Pengintegrasian kamera pengawas dengan alat-alat canggih, mampu membuat lingkungan lebih aman. Setidaknya, orang yang ingin berbuat jahat di area tersebut harus berpikir ratusan kali sebelum beraksi karena risiko tertangkap sangat besar.

Peranti keamanan canggih ini pun mulai disematkan di lingkungan perkantoran, apartemen, dan gedung-gedung lain. Bahkan ada yang dipasang di jalan raya.

Hal tersebut diungkapkan Project Solution Engineer Hikvision, Defis Alfrado, saat seminar Security System di Semarang, beberapa waktu lalu.

Dikatakan, dengan memanfaatkan teknologi, akan memudahkan pengelola gedung dalam melakukan integrasi sistem keamanan.

“Hikvision memiliki sistem keamanan dengan komponen terintegrasi satu sama lain lalu membentuk skenario. Semua sistem berbasis Internet of Things (IoT) dengan menggunakan artificial intelligence baik menggunakan video atau nonvideo,” papaarnya.

Cara Kerja CCTV yang Terintegrasi

Dia memberikan contoh saat acces control dibobol, komponen semisal CCTV, alarm, dan sistem keamanan lain tidak bekerja sendiri.

Ketika ada pembobolan, alarm akan bereaksi lalu CCTV bisa bergerak mencari lokasi pembobolan. Kemudian CCTV bisa menangkap gambar untuk nantinya bisa dijadikan bukti aparat keamanan untuk melakukan penyelidikan.

Kemudian, dengan adanya integrasi, pengelola gedung dapat meminimalisir penyalahgunaan akses sehingga lalu lintas orang terpantau. Kemudian, untuk memonitor barang bawaan yang dibawa ketika memasuki gedung.

“Kami juga memiliki teknologi kamera yang dibawah untuk mendeteksi barang bawaan pada mobil. Pada pandemi covid ini, pemenuhan keamanan dibutuhkan dengan kamera pindai informasi suhu tubuh,” terangnya.

Hikvison memiliki mitra di Jateng dan DIY yakni PT GSI yang sudah berpengalaman 10 tahun lebih bergerak di bidang sistem keamanan gedung, tidak hanya CCTV.

Dikendalikan dari Jarak Jauh

Direktur PT Gosyen Solution Indonesia (GSI), Samuel Ridwan Setiadi mengatakan, produk Hikvision berbasis artificial intelligene atau kecerdasan buatan.

Sehingga CCTV bisa dikendalikan dari perangkat apa saja dan dari mana saja. Dengan kata lain, peranti ini bisa dikendalikan dari jarak jauh/

Komponen lain berbasis serupa antara lain sistem analisis kamera yang melakukan pendeteksian terhadap pengunjung. Sehingga bisa dilakukan, memberikan akses hanya kepada penghuni gedung.

“Kami juga mempunyai parkir solution, yang memberikan tanda lampu merah menyala berarti parkir terisi, jika hijau parkir kosong. Kemudian pendeteksian visitor management, melui pindai wajah sehingga bisa diketahui siapa yang yang datang,” ucapnya.

PT GSI memiliki pengalaman pemasangan thermal camera untuk pencegahan Covid di Bandara Ahmad Yani Semarang, Balaikota Semarang. Ada juga kamera e-Tilang atau ETLE di Kota Semarang yang dipasang di Jalan Pandanaran dan Jalan Majapahit.

“Ada juga teknologi video analytic yang bisa menganalisis orang-orang tertentu. Misalnya di bandara, kamera bisa mencari buronan atau orang berbahaya berdasarkan data base face recognition (pengenal wajah),” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *