in

BPIP Bentuk Jaringan Pancamandala di Jateng, Jadi Agen Perkuat Ideologi Pancasila

SEMARANG (jatengtoday.com) – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) membentuk jaringan Pancamandala di Jateng. Pancamandala digadang-gadang mampu menjadi agen untuk menguatkan sinergitas antarlembaga yang melaksanakan pembinaan ideologi Pancasila.

Plt Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Adji Samekto menuturkan, tujuan awal penyusunan dasar negara Pancasila ini adalah sebagai landasan mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

Hal itu mesti dikonkretkan dan bisa diukur. Melalui terpenuhinya kebutuhan pangan dan papan, terjaminnya kebutuhan hari tua, pemenuhan pendidikan, jaminan untuk melaksanakan kegiatan kerohanian dan terpenuhinya kebutuhan hidup di lingkungan yang baik.

“Pancamanadala sebagai wadah untuk terus menguatkan sinergitas penguatan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya saat membuka dialog Jejaring Pancamandala dengan tema ‘Membangun Sinergitas Membumikan Pancasila di¬†Jateng’ di Hotel Ciputra Semarang, Selasa (24/11/2020).

Hadir di acara tersebut Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP, Lia Kian; Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kemendagri, Drajat Wisnu Setyawan; Wakil Rektor I Bidang Akademik UIN Walisongo, Prof Imam Taufiq; dan Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpol Jateng, Agung Satrio.

Jaringan Pancamandala terdiri dari sejumlah unsur. Seperti pemangku kepentingan dari unsur pemerintah, badan usaha, dunia pendidikan, media dan masyarakat.

Lebih lanjut, Adji mengatakan, pembinaan ideologi Pancasila sebagai salah satu prioritas nasional bersama dengan revolusi mental dan hal ini tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Melemahnya ideologi Pancasila dan ketahanan budaya bangsa merupakan isu strategis nasional yang ditekankan dalam RPJMN.

“Esensi penanaman pembudayaan pembinaan ideologi Pancasila pada masyarakat, terutama di daerah. Daerah sebagai basis penting dalam pembudayaan dan harapannya semakin kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Ideologi dan Kewaspadaan Kesbangpol Jateng, Agung Satrio mengatakan ada segelintir kelompok yang mencoba mengganggu ideologi negara dan mengganggu keutuhan NKRI. Maka, semua elemen masyarakat harus sigap untuk meredam.

Tapi langkah yang dilakukan harus menyesuaikan dengan zamannya. Lantaran saat ini ada generasi Baby Boomers, Millenials, Gen Y, Gen Z. Untuk merawat keragaman maka perlu merangkul semua level.

“Membentuk jejaring ini adalah entry poinnya. Selanjutnya bagaimana membina dan menanamkan nilai-nilai Pancasila bagi semua generasi,” tandasnya. (*)

 

 

editor: ricky fitriyanto