in

Bersiap Lahir Fakultas Kedokteran di UIN Walisongo Semarang

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag didampingi Dekan Fakultas Tarbiyah Keguruan UIN Walisongo Semarang Dr.H. Ahmad Ismail bersama tim melakukan benchmarking dengan mengunjungi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang telah terlebih dahulu memiliki Fakultas Kedokteran, pada Jumat (24/03/2023) lalu. (foto dok. uin sulthan thaha saifuddin jambi)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang sedang mempersiapkan kelahiran Fakultas Kedokteran. Gagasan berdirinya Fakultas Kedokteran ini sebetulnya telah direncanakan sejak dua tahun silam, namun sempat tertunda.

Di antara persiapannya, Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag didampingi Dekan Fakultas Tarbiyah Keguruan UIN Walisongo Semarang Dr.H. Ahmad Ismail bersama tim melakukan benchmarking dengan mengunjungi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi yang telah terlebih dahulu memiliki Fakultas Kedokteran, pada Jumat (24/03/2023) lalu.

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof. Dr. Imam Taufiq, M.Ag mengatakan kunjungan tim ini menjadi studi untuk meniru keberhasilan UIN Jambi dalam menembus moratorium pendirian Fakultas Kedokteran.

“Saat ini, Kementerian Agama terus mengupayakan bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), khususnya UIN untuk mencari distingsi yang khas. Kelebihan dan pembeda satu UIN dengan UIN lainnya,” ungkapnya.

Menurutnya, UIN Jambi memiliki distingsi dalam mengeksplorasi beberapa gagasan. Salah satunya mengenai pendirian Fakultas Kedokteran ini. “Capaian yang luar biasa. Jika tidak punya mental yang nekat seperti Prof. Suaidi sebagai Rektor hari ini, kami rasa tidak akan sejauh ini,” ujarnya.

Dia mengaku melihat perkembangan UIN Jambi yang signifikan dan menarik untuk dipelajari. “Salah satunya akselerasi Fakultas Kedokteran, Lembaga Konservasi dan capaian UI Greenmetric UIN Walisongo disalip oleh UIN Jambi beberapa waktu lalu,” kata Prof. Imam dengan tertawa ringan.

Pasalnya, lanjut dia, gagasan Prodi Kedokteran UIN Walisongo telah dimulai sejak 2 tahun lalu. Namun hal itu tertunda. Sedangkan UIN Jambi telah terlebih dahulu mewujudkannya.

“Maka dari itu, kedatangan kami ke UIN Jambi untuk mempelajari bagaimana keberhasilannya dalam proses negosiasi, komunikasi dan aspek legal yang tidak mudah diperoleh,” terangnya.

BACA JUGA: Dubes AS Datang Bahas Pertukaran Mahasiswa UIN Walisongo ke Amerika

Rektor UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi Prof. Dr. Suaidi mengaku senang menerima kunjungan tim UIN Walisongo Semarang.

“Jika diingat dengar umur, UIN Jambi terbilang jauh lebih muda dibanding UIN Walisongo. Tentu ini menjadi satu tanda bahwa ada hal menarik dari kami yang ingin dilirik,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa pendirian Fakultas Kedokteran di kampus tersebut telah direncanakan sejak visi awal menjadi rektor. “Waktu itu masih kami sebut sebagai Prodi Kedokteran. Tetapi pada perkembangannya melihat regulasi yang ada, maka kami kejar untuk membuka Fakultas Kedokteran,” terangnya.

Meskipun saat itu Fakultas Kedokteran masih moratorium, pihaknya bertekad mengejar dengan kekhususan dengan distingsi transintegrasi ilmu. “Artinya seorang Ulama yang Saintis dan Saintis yang Ulama. Sehingga hal itulah yang menjadi satu poin lebih bagi Fakultas Kedokteran UIN Jambi ini,” ujarnya. (*)