in ,

Belanda Pertajam Kerja Sama Revitalisasi dan Restorasi Pantai Utara Jawa

SEMARANG – Pemerintah Belanda mempertajam kerja sama revitalisasi dan restorasi pantai utara Jawa. Program yang akan dilakukan Integrated Coastal Zone Management(ICZM) atau pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu.

Hal itu disampaikan Perwakilan Pemerintah Belanda untuk Indonesia Bidang Keairan Hans Van Poppel saat beraudiensi dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Ruang Kerja Gubernur, Selasa (30/1/2018). Dia yang datang bersama tim ICZM dari Belanda menginginkan kerja sama program ICZM bisa dipertajam dan berlanjutan, hingga nantinya Pemprov Jateng dan masyarakat di pesisir pantai utara Jawa bisa melakukan pengelolaan pantai utara secara mandiri.

“Harapannya kerja sama ini tidak hanya datang sekali kemudian selesai. Tapi kerja sama ini bisa berkelanjutan sampai nanti masyarakat bisa mengelola pantai sendiri secara mandiri,” katanya.

Menurut Hans, Jawa Tengah dipilih sebagai pilot project program ICZM karena memiliki permasalahan yang cukup kompleks, mulai dari intrusi air laut hingga penurunan muka tanah. Sehingga nantinya program itu juga bisa diterapkan kepada seluruh wilayah Indonesia yang memiliki masalah serupa.

Melalui kerja sama tersebut Pemerintah Belanda akan membagikan pengalaman dan teknologi untuk menyelesaikan masalah yang ada di wilayah pesisir. Sebab, Belanda pernah melakukan kesalahan dalam pengelolaan pantai selama 1.000 tahun. Kesalahan tersebut dapat menjadi pembelajaran para ahli di Jawa Tengah agar tidak mengulang kesalahan yang dilakukan Belanda.

“Pemerintah Belanda sudah belajar dari kesalahan pengelolaan pantai selama 1.000 tahun dan dari situ sudah banyak pelajaran. Harapannya itu bisa kita kerjakan bersama dengan para ahli dari tim Jawa Tengah supaya kesalahan itu tidak terulang lagi,” ujar Hans.

Ganjar pun menyambut baik kerja sama yang ditawarkan Pemerintah Belanda tentang pengelolaan wilayah pesisir pantai utara Jawa. Apalagi, permasalahan yang ada di wilayah pesisir pantai seperti banjir, rob dan penurunan muka tanah memang menjadi masalah serius yang belum bisa terselesaikan sampai saat ini. Dengan kerja sama itu diharapkan mampu menyelesaikan persoalan yang ada di wilayah pesisir pantai.
“Ini memang menjadi persoalan serius buat Provinsi Jawa Tengah, karena kami sudah mengundang banyak orang dan memang belum selesai sampai hari,” ungkapnya.

Ganjar meminta sebelum proyek berjalan, tim dari Belanda dan Jawa Tengah bisa melakukan pendekatan kepada masyarakat agar mereka ikut terlibat dalam proyek tersebut. Masyarakat harus diberikan sosialisasi tentang proyek yang akan dikerjakan agar mereka mengerti jika penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan waktu cukup lama dan berkesinambungan.

“Buat saya semua harus terlibat, dan ini sangat tidak mudah untuk menjelaskan kepada masyarakat apa yang akan kita perbuat. Harapan mereka sebuah aksi yang sifatnya instan dan besuk pagi selesai dan itu artinya tidak mungkin,” ujar gubernur.

Mantan anggota DPR RI ini berharap melalui proyek tersebut perilaku hidup masyarakat dan perlakuannya terhadap lingkungan pesisir pantai juga dapat diubah. Sehingga nantinya mereka bisa melakukan pengelolaan pesisir pantai bersama dengan pemerintah. (ajie mh)

Editor: Ismu Puruhito