in

Banyak Sekolah Swasta di Jateng Tutup karena Tak Kebagian Siswa

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Ketua Forum Kepala SMA Swasta (FKSS) Jateng, Rony Widodo menyebut banyak seklah swasta di provinsi ini yang terpaksa tutup. Mereka tidak bisa membayar biaya operasional sekolah karena kekurangan siswa.

Rony menuding kebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menjadi penyebab sekolah swasta tidak kebagian siswa. Pada PPDB tahun ini, banyak sekolah swasta tidak ada peminatnya sama sekali.

“Sistem PPDB pada tahun lalu, dengan menggunakan sistem zonasi membawa dampak baik karena tidak ada lagi sekolah kategori favorit,” paparnya, Kamis (9/12/2021).

Tapi kondisi tersebut malah membuat SMA swasta meredup karena sepi peminat. “Bahkan beberapa SMA terpaksa tutup karena sudah tidak ada siswa sama sekali,” imbuhnya.

Dengan tidak memiliki jumlah siswa yang ideal turut berimbas pada pembagian bantuan operasional sekolah daerah (Bosda), sehingga belum cukup memenuhi kebutuhan operasional sekolah terlebih yang berada di daerah pelosok.

“Anggaran Bosda yang digelontorkan ke seluruh SMA swasta belum bisa memenuhi operasional sekolah yang mahal dan tentunya berdampak juga pada para guru sampai tenaga administrasi,” keluhnya.

Dikatakan, kebijakan pemerintah untuk memperhatikan sekolah swasta perlu dilakukan.

“Selain sepinya peminat di SMA swasta, ada kesenjangan lain yang dirasakan yaitu tunjangan tenaga pendidik GTY (guru tetap yayasan) dan GTT (guru tidak tetap) sangat jauh dari kesejahteraan karena menerima gaji jauh di bawah UMR,” terangnya.

Hapus Kesenjangan Negeri dan Swasta

Karena itu pihak FKSS Jateng meminta pemerintah mempertimbangkan kebijakan agar tidak ada kesenjangan antara sekolah negeri dan swasta pada PPDB 2022 mendatang.

“Pemerataan dana Bosda kembali melihat kemampuan setiap daerah kabupaten-kota, karena pendapatan daerah pastinya berbeda-beda tidak bisa meng-cover secara keseluruhan,” terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi E DPRD Jateng, Muh Zen Adv ingin ada peran serta masyarakat dalam menyokong berjalan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMA swasta selain menggunakan dana Bosda.

Selain itu, dalam proses PPDB tahun depan sudah seharusnya pembagian siswa bisa merata tidak ada yang terfokus ke SMA negeri saja.

“Dana Bosda memang tidak banyak, tapi untuk terus membantu proses KBM. Diharapkan peran serta masyarakat agar bisa berjalan sebagaimana mestinya,” harapnya.

Legislator PKB ini juga berharap, pada PPDB tahun depan, baik SMA negeri maupun swasta bisa mendapat kuota murid secara merata.

“Dinas Pendidikan dan Kebudayaan provinsi bersama kabupaten/kota terus melakukan supervisi sehingga mencegah adanya sekolah mengambil kuota siswa di tempat yang lain,” tandasnya. (*)

editor : tri wuryono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.