in

Bandara Ahmad Yani Antisipasi Penumpukan Penumpang, Diapresiasi Menteri BUMN

SEMARANG (jatengtoday.com) – Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang melakukan sejumlah rekayasa untuk mengantisipasi penumpukan penumpang. Upaya tersebut sempat diapresiasi oleh Menteri BUMN Erick Thohir saat berkunjung.

Direktur Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura I (Persero) Dendi T Danianto menyampaikan, pihaknya telah menerapkan mekanisme antrean calon penumpang yang berangkat dalam beberapa zona untuk menghindari terjadinya penumpukan.

Pada area exhibition hall, antrean penumpang dibagi ke dalam 3 zona dan telah disediakan tempat duduk dengan menerapkan physical distancing dan jarak depan belakang kursi yang disesuaikan dengan keperluan penumpang jika menggunakan trolley.

Setelah melewati antrean tersebut, calon penumpang menuju ke konter verifikasi dokumen penerbangan oleh maskapai, kemudian menuju ke konter pemeriksaan kesehatan dan verifikasi dokumen kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

“Tak hanya di area keberangkatan, penerapan physical distancing juga diterapkan di area kedatangan penumpang dengan penyediaan dua jalur bagi penumpang yang telah mengisi Health Alert Card (HAC),” jelas Dendi, Minggu (17/5/2020).

Dia menjelaskan, saat Erick Thohir melakukan kunjungan kerja di bandara ini pada 16 Mei 2020, Menteri BUMN tersebut mengapresiasi penerapan kebijakan pembatasan perjalanan orang pada masa larangan mudik.

Kunjungan kerja Menteri BUMN tersebut untuk memastikan kelancaran masa larangan mudik dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Peninjauan pertama dilaksanakan pada area pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner yang berada di exhibition hall. Kemudian menuju ke area pemeriksaan kesehatan dan verifikasi kelengkapan dokumen calon penumpang yang akan berangkat.

Lalu dilanjutkan ke area kedatangan internasional di mana pada area tersebut dilaksanakan pemeriksaan kesiapan dalam melayani penerbangan repatriasi atas pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Kuala Lumpur ke Indonesia dan pemulangan WNA Malaysia dari Indonesia. (*)

 

editor: ricky fitriyanto 

 

Baihaqi Annizar