in

Amin Senang, Mimpi Memiliki Rumah Layak Huni Terwujud Berkat Bantuan dari Ganjar

Program bantuan renovasi rumah ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

KEBUMEN (jatengtoday.com) – Pasangan suami istri Amin dan Parni, warga Desa Sidogede Kecamatan Prembun Kabupaten Kebumen tidak menyangka rumahnya bakal dikunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Politikus berambut putih itu datang untuk memberikan bantuan renovasi rumah.

Saat ini, rumah Amin masih berdinding kayu dan berlantai tanah. Bahkan, ruang dapurnya masih jadi satu dengan ruang tamu. Rumahnya itu merupakan peninggalan dari orangtuanya.

“Iya, hari ini dikunjungi Pak Ganjar untuk memberikan bantuan. Saya tidak menyangka kalau Pak Ganjar datang ke sini,” kata Amin, Kamis (22/6/2023).

Sehari-hari, Amin bekerja serabutan. Padahal, dia harus menanggung biaya hidup istri dan kedua anaknya. Sehingga, untuk merenovasi rumah hanyalah impian belaka.

Namun, kehadiran Gubernur Jawa Tengah dua periode itu telah mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. “Saya memang ingin merenovasi rumah karena dindingnya sudah bolong-bolong. Saya senang sekali dibantu sama Pak Ganjar,” tuturnya.

Selain Amin, Gubernur Ganjar juga memberikan bantuan renovasi rumah ke Qoimun, yang juga merupakan warga Desa Sidogede.

Ganjar menyampaikan bahwa bantuan rumah tak layak huni (RTLH) akan terus dilakukan. Program bantuan renovasi rumah ini bertujuan untuk menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini kami coba bantu terus, hari ini bantuan kami berikan dari Baznas kepada masyarakat,” ujar Ganjar.

Ia berharap, pelaksanaan bantuan RTLH juga dapat dilakukan secara bergotong royong antarwarga. Sehingga persoalan RTLH di Jawa Tengah segera dapat dituntaskan.

“Sekaligus ini ada banyak anak kecil dan balita, kita tetap sosialisasikan agar yang masih di bawah dua tahun pakai ASI, orangtuanya ikut program KB, serta sosialisasi soal stunting, kita omongkan sekalian. Sehingga nanti dari kades semuanya bisa menjaga warganya,”pungkasnya. (*)

Ajie MH.