in

Karang Taruna Kabupaten Semarang Siap Jadi Wadah Pengembangan Pemuda

Berikut berita versi media online yang telah diraUNGARAN (jatengtoday.com) – Ketua Karang Taruna Kabupaten Semarang, Lugud Endro Susilo, menegaskan komitmen organisasinya untuk menjadi wadah pengembangan pemuda ke arah yang positif dan produktif.

Menurut Lugud, fokus utama Karang Taruna saat ini adalah bidang sosial dan pemberdayaan pemuda. Dalam menjalankan berbagai program tersebut, pihaknya akan bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Semarang agar kegiatan yang dilaksanakan berjalan adaptif dan aktif.

“Dengan bersinergi bersama pemerintah daerah, program yang dijalankan Karang Taruna diharapkan lebih tepat sasaran dan memberi dampak nyata,” ujar Lugud usai Pengukuhan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Semarang di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Minggu (1/2/2026).

Di bidang pendidikan, Karang Taruna Kabupaten Semarang telah menjalin kerja sama dengan Universitas Ngudi Waluyo (UNW) dan Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman (Undaris). Kerja sama tersebut mencakup fasilitasi pendidikan bagi anggota Karang Taruna, termasuk penjajakan pembiayaan serta dukungan pengembangan karier pemuda.

“Akan ada fasilitasi bagi anggota Karang Taruna, mulai dari akses pendidikan hingga peluang pengembangan karier ke depan,” katanya.

Lugud berharap, melalui berbagai kegiatan positif yang dijalankan, para pemuda dapat terhindar dari pengaruh negatif dan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menekankan pentingnya memaksimalkan potensi yang dimiliki anggota Karang Taruna, khususnya di era digital saat ini.

“Anak-anak muda ini melek teknologi. Kembangkan kemampuan IT untuk membantu pemasaran UMKM, sehingga ke depan produk-produk lokal bisa menembus pasar ekspor,” ujar Ngesti.

Ia juga meminta Karang Taruna aktif melakukan sosialisasi kepada generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam perilaku negatif. “Perlu ada edukasi agar anak muda tidak terjerumus narkoba, judi online, maupun trek-trekan liar,” tegasnya. (*)