SEMARANG (jatengtoday.com) ‐- Karyawan PT San-Yu Frame Moulding Industries (FMI) mengeluh karena tidak dilibatkan dalam lelang aset perusahaaan. Padahal mereka berharap sebagian hasil lelang digunakan untuk pembayaran pesangon.
Berdasarkan data lelang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), sebagian aset PT San-Yu yang menjadi agunan Bank HSBC laku terjual Rp62,8 miliar.
Ketua PCAMK Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Semarang Moch Abidin menyebut, utang PT San-Yu ke Bank HSBC hanya sekitar Rp15 miliar, sehingga hasil lelang masih sisa banyak.
“Harusnya hasil lelang juga digunakan untuk membayar uang pesangon ke 600-an karyawan yang nilai totalnya sekitar Rp24 miliar,” ujar Abidin, Rabu (21/12/2022).
Kata dia, usai di-PHK karena operasional PT San-Yu ditutup, para karyawan mendirikan tenda perjualan di area pabrik PT San-Yu unit 1. Lahan beserta bangunan di area itulah yang kini sudah terjual dalam lelang.
“Selama ini kami menjaga aset perusahaan, sekarang sudah terjual tapi pihak manajemen tak pernah mengajak kami berembuk,” ujar Abidin.
Para karyawan yang tergabung dalam PUK SPAMK FSPMI bersikeras untuk tetap menduduki area pabrik unit 1 PT San-Yu. Jika tetap tidak ada kejelasan, karyawan mengancam bakal menggelar unjuk rasa di sejumlah lokasi.
Komisaris PT San-Yu FMI Yulian saat dikonfirmasi Kamis (22/12/2022) tidak bersedia untuk menjawab masalah pesangon karyawan. Katanya persoalan itu di-handle oleh dua orang yang bernama Wahyudi dan Rinda.
Hingga berita ini diterbitkan, jatengtoday.com masih berupaya menghubungi Wahyudi dan Rinda. (*)
editor : tri wuryono