in

Stabilkan Harga, 70 Ribu Liter Minyak Goreng DIjual Rp 14.000 per Liter

Warga antusias membeli minyak goreng yang dibanderol Rp 14.000 per liter. (istimewa)

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sejak Natru, harga sembako masih melejit. Termasuk minyak goreng.

Agar harga minyak goreng stabil, Pemprov Jateng menggelar operasi pasar. Total ada 70.000 liter minyak goreng yang disebar ke berbagai wilayah di provinsi ini.

Kepala Dinas Perdagangan, Arif  Sambodo mengatakan, operasi pasar untuk pengendalian harga minyak goreng dilakukan saat ini di 24 kabupaten/kota. Masing-masing kota diberi jatah 3.396 liter minyak goreng.

“Total ada 70.000 liter minyak goreng yang kami gelontorkan dalam operasi pasar ini, dengan harga Rp14.000 per liter,” ucapnya, Kamis (30/12/2021).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menambahkan, operasi pasar ini dilakukan untuk mengintervensi agar harga kembali stabil. Selain itu, hal itu juga penting dalam pengendalian inflasi.

“Tapi kalau kita melihat batas toleransinya, semua masih dalam kendali. Untuk minyak goreng pasokan juga cukup,” jelasnya.

Kendalikan Kenaikan Harga Sembako

Dikatakan, untuk saat ini operasi pasar baru dilakukan untuk minyak goreng. Ganjar meminta semua tim turun bersama mengendalikan kenaikan harga sembako.

“Saat ini baru minyak goreng yang kita lakukan operasi pasar, kami harap bisa segera menstabilkan harga. Kalau nggak stabil-stabil, kan bahaya. Maka selain operasi pasar

Pemprov Jateng juga menurunkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk terjun ke lapangan. Satu persatu persoalan dimintanya diselesaikan agar inflasi di Jateng bisa terkendali.

“Tapi memang beberapa komoditas itu di hulu belum panen, jadi memang ada fluktuasi. Tapi saya minta ke TPID untuk tidak lama-lama. Nggak bisa kalau nggak turun-turun, maka minyak goreng ini kelamaan nggak turun harga, kita lakukan operasi pasar,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.