in

230 Bidang di Desa Pakunden Magelang Bakal Terdampak Tol Yogyakarta-Bawen

Di Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang terdapat 230 bidang tanah yang terkena dampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen.

Warga Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang menanggapi terkait pembebasan lahan untuk jalan tol Yogyakarta-Bawen. (istimewa)

MAGELANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 230 bidang di Desa Pakunden, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang harus dibebaskan untuk pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen.

Desa Pakunden berada di perbatasan antara Provinsi Jateng dan Yogyakarta. Agar pembebasan lahan berjalan lancar, Pemprov Jateng melakukan sosialisasi kepada warga terdampak, Senin (10/1/2022).

Kabid Pertanahan Disperakim Jateng, Endro Hudiyono mengatakan, konsultasi publik merupakan tahap awal. Karena itu, dia meminta warga turut berpartisipasi aktif. Di antaranya ikut serta dalam pengukuran tanah dan penentuan batas tanah.

“Setelah itu nanti overlay dilanjutkan pematokan tanda batas, kemudian penetapan lokasi selambatnya pada Maret 2022. Karena jadwal padat, maka di Magelang kita lakukan maraton, selanjutnya menyusul Kabupaten Semarang,” paparnya.

Tanggapan Warga

Kepala Desa Pakunden Sujadi mengatakan, di wilayahnya terdapat 230 bidang tanah yang terkena dampak pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen.

Dari jumlah itu, sebanyak 150 kepala keluarga telah setuju melepas hak kepemilikan tanah untuk proyek strategis nasional (PSN) itu.

“Dusun Candi rumah yang terkena pengadaan itu 11 rumah. Selebihnya tegalan persawahan,” ungkapnya.

Sujadi menyebut, pihaknya akan memfasilitasi warga terkait proses administrasi status tanah waris dan lainnya.

Dia mengimbau, warga tak enggan bertanya pada pemdes, agar tidak termakan isu tidak benar.

Warga Desa Pakunden, , Khabib menyebut sudah merelakan tanah sawahnya terkena proyek tersebut.

Dia mengaku sudah sejak lama menunggu kepastian kabar pembangunan tol Yogyakarta-Bawen itu.

“Sudah sejak tahun-tahun kemarin kami bertanya. Nah saat ini (acara sosialisasi) jadi ada kepastian dibangun. Istilahnya kita sudah menata hati kita, kita sudah rela,” ujarnya, seusai mengikuti sosialisasi.

Beli Sawah Pengganti

Senada dengan Sri Kuntari. Menurutnya, tanah yang akan terkena proyek adalah warisan orang tua.

Setelah menerima ganti rugi, keluarga besarnya berencana membelikan sawah sebagai ganti.

“Kami sudah berembug, semua setuju. Harapannya dengan adanya tol dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Misal dibangun rest area atau tempat lain, bisa angkat ekonomi warga,” harapnya.

Kepala TU PPK Jalan Tol Yogya-Bawen Heru Budi Prasetyo mengatakan, panjang jalan bebas hambatan tersebut adalah 76 kilometer.

Jawa Tengah menjadi wilayah yang paling banyak terdampak, dengan empat kabupaten/ kota, yakni Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Semarang. Selain itu, ada 62 desa/ kota yang terdampak pembangunan tol tersebut.

“Dari panjang 76 kilometer, 68 kilometer ada di Jawa Tengah. Sedangkan di Kabupaten Magelang ada 50 kilometer, kemudian di Kabupaten Semarang 18 kilometer. Adapun di Kabupaten Temanggung dan Kota Magelang terdampak sedikit pada exit tol,” ujarnya.

Terkait pembangunan fisik, Heru menyebut akan dikerjakan sekitar Agustus 2022, mulai ruas di Provinsi DI Yogyakarta. Sementara, untuk pembangunan fisik di Jateng diperkirakan pada awal 2023. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.