in

Yayasan Mahija Daur Ulang Botol Plastik untuk Ciptakan Ekonomi Sirkular

Mahija Parahita Nusantara telah memiliki 27 titik pengumpulan yang aktif dan menggandeng 1.773 mitra pengumpul.

Wakil Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Suharji Gasali menunjukkan botol yang bisa didaur ulang. (baihaqi/jatengtoday.com)

JEPARA (jatengtoday.com) — Yayasan nonprofit, Mahija Parahita Nusantara berkomitmen untuk berperan aktif menciptakan sirkular ekonomi melalui program daur ulang sampah botol plastik.

Sirkular ekonomi diwujudkan melalui pengumpulan botol pasca-konsumsi, serta menguatkan jaringan komunitas pahlawan daur ulang baik dari segi usaha maupun akses terhadap layanan mendasar seperti kesehatan dan edukasi.

Hari ini Minggu (17/12/2023), Mahija Parahita Nusantara melalui program Semangat Sehat Mahija menghadirian layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk para pahlawan daur ulang di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

“Kami menyadari bahwa pahlawan daur ulang memiliki peranan penting dalam menciptakan ekonomi sirkular, khususnya mempercepat peningkatan tingkat daur ulang PET pascakonsumsi,” ujar Wakil Ketua Yayasan Mahija Parahita Nusantara, Suharji Gasali.

 

Pekerja sedang memilah sampah botol plastik bekas untuk didaur ulang. (baihaqi/jatengtoday.com)


Tiga Pilar Utama Mahija

Suharji memaparkan, Mahija memiliki tiga pilar program utama yaitu pengumpulan sampah yang bertanggung jawab, dukungan sarana pendidikan, serta peningkatan sosial ekonomi komunitas di sekitar lokasi titik pengumpulan Mahija.

“Kami berharap bisa menjadi bagian dalam keberlangsungan lingkungan hidup di Indonesia serta secara bersamaan mendukung komunitas pengumpul sampah untuk bisa mandiri dan memiliki taraf hidup yang lebih baik,” tuturnya.

Keberadaan Mahija Parahita Nusantara sejalan dengan target pemerintah dalam pengelolaan dan pengurangan sampah di Indonesia, sesuai dengan Kebijakan Strategis Nasional Peraturan Presiden No. 97 Tahun 2017 yaitu penanganan sampah 70% dan pengurangan sampah 30% pada tahun 2025.

Untuk itu pengembangan jaringan pengumpul botol PET pasca-konsumsi menjadi langkah penting memastikan pasokan bahan baku daur ulang secara etis dengan harga yang layak.

 

Pekerja sedang mengoperasikan mesin pres sampah botol plastik di Jepara. (baihaqi/jatengtoday.com)


Punya 27 Titik Pengumpulan Sampah

Hingga saat ini, Mahija Parahita Nusantara telah memiliki 27 titik pengumpulan yang aktif dan menggandeng 1.773 mitra pengumpul. Serta telah mendukung sebanyak 35.460 pahlawan daur ulang dan menargetkan untuk bisa menambah 8 titik pengumpulan sampah di tahun 2024.

Khusus titik pengumpulan sampah di Jepara, kata Suharji, setiap harinya mampu mengepres 2 ton sampah botol plastik menjadi 24 bal berbentuk persegi, masing-masing bal beratnya sekitar 150 kilogram.

“Nantinya sampah yang sudah dipres ini akan dikirim ke pabrik di Cikarang untuk diproses lagi menjadi botol baru yang aman dipakai,” ungkap Suharji.

Sebagai informasi, Yayasan Mahija Parahita Nusantara didirikan melalui inisiatif bersama Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) dan Dynapack Asia. (*)

editor : tri wuryono 

Baihaqi Annizar