in

Wow, Ganjar Kucurkan Dana Hibah dan Bansos Rp 1,2 Triliun

SEMARANG (jatengtoday.com) – Sebanyak 10 ribu siswa miskin di Jawa Tengah mendapat bantuan biaya pendidikan. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 10 miliar. Artinya, setiap siswa mendapat bantuan Rp 1 juta. Bantuan tersebut diberikan Pemprov melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng.

“Setiap tahun kita berikan bantuan siswa miskin ini agar setiap anak di Jawa Tengah mendapatkan hak pendidikannya,” ucap Ganjar.

Sebelumnya pada 2013 bantuan dialokasikan untuk 14.150 siswa, tahun 2014 pada 16.045 siswa, tahun 2015 ada 16.244 siswa, tahun 2016 ada 24.792 siswa, tahun 2017 ada 10 ribu siswa. Dari tahun 2013 hingga 2018, total penerimanya 91.231 siswa, anggarannya mencapai Rp 91.231.000.000.

Ganjar juga mencairkan Rp 1,288 triliun untuk hibah dan bantuan sosial masyarakat. Anggaran tersebut harus digunakan sesuai peruntukan dan penuh integritas. “Harus digunakan sesuai dengan yang diusulkan, harus penuh integritas, serta harus ada laporan. Bantuan ini menggunakan uang negara, jadi jangan dikorupsi,” terangnya.

Penggunaan yang sesuai perencanaan, menurut Ganjar, akan memastikan hasilnya untuk kesejahteraan masyarakat. Misalnya, dana pembangunan irigasi akan berdampak pada pertanian yang semakin baik.

Ganjar meminta maaf jika tidak semua usulan bantuan dapat dipenuhi. Hal itu semata-mata karena keterbatasan anggaran pemerintah. Total seluruh usulan bantuan mencapai Rp 23 triliun.

“Maka kami pilih prioritas. Siapa yang lebih memerlukan dan sisi manfaatnya. Kalau semua dituruti maka semua ASN tidak gajian, guru tidak bayaran, dan jalan tidak bisa dibangun,” katanya.

Dari total Rp1,288 triliun, dana hibah dialokasikan sebesar Rp97,109 miliar. Dana diberikan untuk bidang perekonomian, pendidikan, keagamaan, kesehatan, kebudayaan kepemudaan dan olahraga serta sosial kemasyaratan.

Sedangkan dana bansos sebesar Rp48,292 miliar untuk pendidikan dan perlindungan sosial. Sementara, bantuan keuangan Rp1,142 triliun meliputi sarana prasarana, bidang pendidikan, dan nonsarana prasarana, serta nonsarana pendidikan.

Pelaksana Tugas Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jateng Heru Setiadhie merinci penerima hibah meliputi, bidang pendidikan Rp 550 juta, bidang keagamaan Rp 4,150 miliar, bidang pendidikan umum Rp 2,605 miliar, kebudayaan Rp 730 juta.

Selain itu bidang kepemudaan dan olahraga nonprofesional Rp 4,857 miliar, pertanian dan perkebunan Rp 25,137 miliar, lingkungan hidup Rp165 juta, serta bidang peternakan Rp 6,350 miliar.

“Sementara bansos meliputi bidang kesehatan Rp2,605 miliar, energi Rp11,333 miliar, bantuan sosial untuk siswa miskin Rp10 miliar. Sedangkan bantuan keuangan Rp 603,687 miliar,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur menyerahkan bantuan sosial dan hibah kepada sembilan perwakilan. Diantaranya untuk pembangunan gedung MA Hidayatul Mubtadi’in di Sayung, Demak, KKN Tematik Universitas Semarang, dan pembinaan kepramukaan Kwarda Gerakan Pramuka Jateng.

Selain itu juga diberikan kepada Kelompok Tani Sindomulyo Desa Payaman, Mejobo, Kudus, serta kepada Kelompok Masyarakat Peduli Api “Singo Lawu” di Tawangmangu, Karanganyar untuk bidang lingkungan hidup. (*)

editor : ricky fitriyanto